MALANG, SUARARAKYAT62 – Didesak warga, dalam unjuk rasa di depan Kantor Balai Desa Sumber Kradenan, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Kades Sumber Kradenan Abul Khoiri, akhirnya legowo mundur dari jabatan, Senin (29/12/2025) Malam

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kades Sumber Kradenan dipaksa Lengser oleh Warganya

Undur diri Kades Sumber Kradenan, dinyatakan langsung dalam surat pernyataan yang ditandatangani, oleh Kades sumber Kradenan Abul Khoiri, dibacakan oleh ketua BPD dihadapan ribuan warga dan aparat keamanan.

“Yang bertandatangan dibawah ini, Abul Khoiri sebagai Kepala Desa sumber Kradenan hari ini Senin 29 Desember 2025, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai kepala desa Sumber Kradenan,”tulisnya dalam pernyataan itu.

Untuk itu, kepada warga Ia meminta maaf sebesar-besarnya, kelemahannya selama menjabat. Ia pun menyampaikan kesedianya untuk mengembalikan dana jika terbukti terdapat kesalahan dan siap bertanggung jawab sepenuhnya jika ditemukan pelanggaran lainnya.

‎Ratusan Warga Desa Sumber Kradenan, menuntut Abdul Khoiri turun dari jabatan. Alasan utama adalah dugaan penyelewengan Surat Akta Jual Beli (AJB), penyalahgunaan uang hasil tanah kas Desa, serta sejumlah masalah administrasi lainnya.

‎Kekecewaan Masyarakat memuncak ketika pengurusan Pendaftaran Tanah PTSL di tolak SM kepala Desa tersebut.

“Karna kalau pengurusan PTSL biayanya sangat murah sedangkan kalau mengurus secara pribadi kan lebih mahal,”  tutur salah satu Warga yang enggan di sebut namanya.

‎“Warga sudah membayar mahal untuk pengurusan , tapi sampai sekarang tidak selesai. Sertifikat pun belum diajukan ke BPN. Ini yang membuat masyarakat sangat kecewa,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber Kradenan, Swaji, ketika dihubungi awak media.

‎Menurut Swaji, keputusan Abdul Khoiri untuk mundur diambil demi menjaga kondusivitas di desa.

“Kepala desa memilih turun dari jabatannya karena khawatir situasi semakin tidak kondusif,” tambahnya.

‎Dalam pernyataannya saat dibacakan surat pengunduran diri, oleh ketua BPD, Abdul Khoiri menyampaikan kesediaannya untuk mengembalikan dana jika terbukti terdapat kesalahan. Dia juga siap bertanggung jawab sepenuhnya jika ditemukan pelanggaran lainnya.

“Saya siap mengembalikan, dan jika ada temuan lain, saya siap bertanggung jawab sepenuhnya,” ucapnya.

Kades Sumber Kradenan Abul Khoiri mengaku tidak bisa berkomentar terkait warga yang menggeruduk kantor desa.

“Saya belum bisa memberikan keterangan,” jawab Abul Khoiri singkat.

‎Dengan pembacaan surat tersebut, pengunduran diri Abdul Khoiri resmi berlaku pada malam hari ini. Selanjutnya, roda pemerintahan desa akan menunggu kebijakan dari Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten terkait penunjukan pejabat sementara yang akan mengisi jabatan kosong.

(ila).