Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek yang juga Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengajak seluruh organisasi pencak silat untuk terus mengedepankan nilai rasaning ati, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Doding saat menghadiri tasyakuran warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kecamatan Munjungan, Sabtu (18/7/2026).
Dalam sambutannya, Doding mengucapkan selamat kepada para warga baru PSHT yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan hingga resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT. Ia berharap, bekal ilmu bela diri yang diperoleh juga diiringi dengan penguatan karakter, sikap saling menghormati, dan semangat menjaga persaudaraan.
“Selamat kepada warga baru PSHT yang sudah resmi menjadi bagian warga PSHT. Saya berpesan untuk selalu menjaga persaudaraan sesuai dengan komitmen bersama,” ujar Doding.

Sebanyak 92 peserta sebelumnya telah mengikuti rangkaian ujian hingga prosesi pengesahan yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum 1 Sura atau 1 Muharam. Kegiatan tasyakuran berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus PSHT, orang tua, wali warga baru, serta masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Doding kembali mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan menghindari berbagai bentuk perpecahan antarsesama. Menurutnya, nilai persaudaraan merupakan identitas utama yang harus terus dijaga oleh seluruh insan pencak silat.
“Kami dari wakil rakyat juga berpesan untuk terus mengedepankan persaudaraan. Paseduluran itu adalah hal yang utama. Selain itu untuk terus menjaga silaturahmi dengan sesama,” katanya.
Sebagai Ketua KONI Kabupaten Trenggalek, Doding menilai perkembangan pencak silat di daerahnya menunjukkan kemajuan yang positif. Berbagai perguruan pencak silat dinilai tidak hanya berperan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kebersamaan.
Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi pencak silat untuk terus menjunjung tinggi filosofi rasaning ati, yakni semangat saling menghormati, menjaga kekompakan, serta mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Harus eling dulure kabeh. Seduluran harus benar-benar dijalankan dan diingat,” tegas Doding yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek.
Prosesi tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara keluarga besar PSHT, para warga baru, dan masyarakat.
Melalui momentum tersebut, Doding berharap organisasi pencak silat di Trenggalek terus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan, menciptakan suasana yang harmonis, serta berkontribusi positif bagi pembinaan olahraga dan kehidupan bermasyarakat.
(Yoyok)




