Trenggalek, SuaraRakyat62.com — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengusulkan penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan-lahan produktif milik masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Mas Ipin Usul Hapus PBB untuk Lahan Produktif, Dorong Ekonomi Hijau Trenggalek

Wacana tersebut disampaikan langsung oleh Mas Ipin, sapaan akrab Bupati, saat menyampaikan KUA-PPAS Tahun 2026 di Gedung DPRD Trenggalek, Kamis (7/8/2025).

“Kita ingin meringankan beban masyarakat. Alih-alih menaikkan PBB, kami justru mempertimbangkan untuk menggratiskan PBB pada lahan-lahan yang produktif,” ujar Mas Ipin, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek.

Menurutnya, insentif fiskal seperti ini tidak hanya mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan oleh warga, tapi juga akan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor lain yang tumbuh, seperti UMKM dan pertanian.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Salah satu skema yang diusulkan adalah pemanfaatan lahan pesisir untuk dikembangkan menjadi kawasan hutan mangrove, yang bisa membuka peluang usaha seperti budidaya kepiting dan wisata ekologi.

“Dengan penghapusan PBB dan pendapatan petani yang meningkat, daya beli masyarakat naik, UMKM tumbuh, dan PAD ikut terdongkrak,” jelas Mas Ipin.

Ia juga menambahkan, selain melalui pajak, Trenggalek berpeluang mendapatkan PAD dari perdagangan karbon, khususnya dari upaya pelestarian hutan dan lahan hijau.

Mas Ipin menekankan bahwa konsep ekonomi hijau ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menjadi solusi atas keterbatasan aset Pemda dalam mendukung investasi.

“Kalau lahan milik masyarakat bisa diberdayakan dengan insentif pajak, ini jadi jalan tengah antara kebutuhan investasi dan keterbatasan aset pemerintah,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kabupaten Trenggalek tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi tantangan perubahan iklim, serta menjadikan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis ; Yoyok