Bali, SuaraRakyat62.com – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara resmi melantik jajaran pengurus DPP PDIP periode 2025–2030 pada Sabtu (2/8/2025), dalam acara Kongres VI yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali.

Sebanyak 37 pengurus inti dilantik langsung oleh Megawati dalam suasana khidmat dan penuh semangat perjuangan. Menariknya, sejumlah tokoh asal Jawa Timur mendapat porsi strategis dalam struktur partai, mempertegas posisi Jatim sebagai basis kekuatan utama PDIP.
“Dengan ini saya melantik saudara-saudara sebagai pengurus DPP PDI Perjuangan 2025–2030. Bersediakah kalian menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab?”
“Bersedia!” seru seluruh pengurus serempak, sebelum membacakan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Megawati.
Struktur DPP kali ini memberi ruang besar bagi tokoh-tokoh asal Jatim, termasuk:
- Said Abdullah (Ketua Bidang Sumber Daya, dapil Madura)
- Ahmad Basarah (Ketua Bidang Luar Negeri, dapil Malang)
- Djarot Saiful Hidayat (Ketua Bidang Kaderisasi, mantan Wali Kota Blitar)
- Puti Guntur Soekarno (Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, cucu Bung Karno dari Surabaya)
- Azwar Anas (Ketua Bidang Kebijakan Publik, eks Bupati Banyuwangi)
- Tri Rismaharini (Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, eks Wali Kota Surabaya)
- Zuhairi Misrawi (Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan, asal Madura)
- Sri Rahayu (Wasekjen Bidang Kerakyatan, mantan anggota DPR RI dapil Blitar-Kediri-Tulungagung)
Kehadiran mereka memperkuat mesin politik PDIP dalam membangun strategi nasional dari basis daerah.

Susunan inti pengurus juga diisi oleh wajah-wajah berpengalaman dan tokoh nasional, antara lain:
- Ketua Umum & Sekjen: Megawati Soekarnoputri
- Ketua Bidang Politik: Puan Maharani
- Ketua Bidang Pemerintahan & Otonomi Daerah: Ganjar Pranowo
- Ketua Bidang Perekonomian: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
- Ketua Bidang Kebudayaan: Rano Karno
- Ketua Bidang Hukum: Ronny Talapessy
- Bendahara Umum: Olly Dondokambey
Struktur ini dinilai sebagai kombinasi ideal antara pengalaman, ideologi, dan kerja-kerja elektoral yang kuat.
Dalam pidato politiknya, Megawati mengingatkan seluruh kader untuk tidak sekadar mengejar jabatan, tetapi membangun hubungan yang kuat dengan rakyat.

“Jangan jadi politisi Instagram, tapi jadi pejuang ideologi. Turun ke rakyat, peluk mereka, dengarkan mereka,” tegasnya.
Megawati juga menekankan pentingnya konsolidasi sejak dini untuk menghadapi Pemilu 2029 dan menjaga stabilitas internal partai.
Kongres yang berlangsung selama dua hari ini menjadi tonggak konsolidasi besar PDIP, sekaligus sinyal kepada partai-partai lain bahwa PDI Perjuangan tetap solid dan siap merebut kemenangan pada pemilu mendatang.
Selain pelantikan, kongres ini juga diwarnai sidang-sidang ideologis, perumusan arah kebijakan partai lima tahun ke depan, serta pembacaan rekomendasi nasional.
Editor ; Achmad
Sumber ; PDI Perjuangan




