Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin 10 November 2025, di SDN Krampyangan Kota Pasuruan berlangsung penuh makna dan edukasi. Beralamat di Jl. Patiunus No. 92, Krampyangan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, sekolah ini menggelar kegiatan bertema “Pahlawan Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”

Suasana sekolah tampak meriah. Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 hadir mengenakan batik, kebaya, dan pakaian khas Nusantara. Salah satu kegiatan paling menarik perhatian adalah drama teatrikal perjuangan, menampilkan momen heroik saat rakyat berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan menurunkan bendera Belanda, simbol kemenangan dan keberanian bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.

Aksi teatrikal ini menggambarkan ketegangan, keberanian rakyat, serta semangat para pahlawan yang rela mengorbankan nyawa demi Merah Putih berkibar di tanah air. Siswa memperagakan adegan perlawanan, pengibaran bendera, hingga lagu-lagu perjuangan yang membuat guru, orang tua, dan siswa lain yang menyaksikan ikut terbawa suasana.
Selain drama, kegiatan juga dimeriahkan dengan fashion show bertema budaya dan pahlawan, memperkenalkan pakaian daerah dan busana tradisional Indonesia, sehingga siswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga mencintai identitas bangsa.
Kepala Sekolah SDN Krampyangan, Sunarman, S.Pd, menjelaskan bahwa teatrikal ini dipilih agar sejarah bisa dipahami secara hidup dan menyentuh emosi siswa.

“Ketika anak-anak hanya membaca sejarah di buku, mereka mudah lupa. Tapi saat mereka memerankan sendiri perjuangan mengibarkan Merah Putih untuk mengganti bendera Belanda, mereka bisa merasakan keberanian para pahlawan. Itulah pendidikan karakter yang ingin kami tanamkan,” jelasnya.
Sunarman menegaskan bahwa sekolah tidak membebani wali murid terkait kostum.
“Kami tidak mewajibkan membeli pakaian baru. Apa pun yang ada di rumah boleh dipakai. Yang kami harapkan adalah semangatnya. Ini tentang menghargai pengorbanan para pahlawan, bukan tentang seragam mewah,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat membentuk karakter nasionalis sejak dini.
“Menjadi pahlawan hari ini bukan harus berperang. Menolong teman, disiplin belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga lingkungan sekolah—itu juga bentuk perjuangan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cinta Indonesia,” tambahnya.
Acara ditutup dengan doa, menyanyikan lagu nasional, serta pesan kebangsaan dari para guru agar generasi muda tidak melupakan sejarah.

Menutup kegiatan, Kepala Sekolah bersama seluruh guru dan staf menyampaikan ucapan:
“Selamat Hari Pahlawan 10 November 2025. Semoga semangat perjuangan para pahlawan selalu hidup di hati kita. Terus bergerak, terus belajar, dan terus melanjutkan perjuangan untuk masa depan bangsa.”
Melalui kegiatan edukatif dan kreatif ini, SDN Krampyangan berhasil membuktikan bahwa nilai kepahlawanan dapat diajarkan bukan hanya melalui teori, tetapi melalui pengalaman yang menyentuh langsung pikiran dan hati siswa.
Pewarta; Moel




