Kota Madiun, SuaraRakyat62.com – Suasana Pasar Sleko, Kota Madiun, Minggu (21/9/2025) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk pikuk pedagang dan pembeli, politisi senior PDI Perjuangan Kota Madiun, Sutardi, terlihat duduk akrab bersama puluhan tukang becak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ngopi Bareng Tukang Becak, Sutardi Tunjukkan Politik Merakyat di Pasar Sleko

Sekitar 30 pengayuh becak berkumpul, sarapan dan ngopi bareng dengan Wakil Ketua DPRD Kota Madiun itu. Obrolan sederhana mengalir, mulai dari cerita penumpang yang makin berkurang, pengalaman unik di jalan, hingga tantangan hidup yang dihadapi setiap hari.

“Becak itu bukan sekadar alat transportasi, tapi simbol perjuangan hidup. Mereka adalah pejuang yang pantang menyerah, itu yang membuat saya merasa dekat dengan mereka,” ujar Sutardi.

Kehadiran Sutardi bukan sekadar seremonial, tetapi wujud kepedulian nyata. Duduk bersama rakyat kecil, mendengar keluh kesah, dan membaur tanpa sekat menjadi cara dirinya memaknai politik.

Bagi Sutardi, politik bukan hanya soal kursi kekuasaan, melainkan menjaga kedekatan dengan rakyat. Hal itu sejalan dengan semangat PDI Perjuangan yang sejak awal dikenal sebagai partainya wong cilik.

Salah satu tukang becak, Mbah Podo, merasa bangga bisa duduk bareng pejabat.

“Rasane seneng, jarang ono pejabat sing gelem mangan lan ngopi bareng karo kito. Ora ono sekat, rasane dihargai,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Kebersamaan sederhana itu menghadirkan pesan besar: politik bisa dijalankan dengan cara membumi, penuh kehangatan, dan merangkul rakyat kecil.

Sutardi menegaskan bahwa nilai gotong royong dan kedekatan dengan rakyat adalah napas perjuangan PDI Perjuangan yang diwariskan Bung Karno.

“Ngopi bareng, sarapan bareng, ngobrol ngalor-ngidul tanpa sekat. Dari situ kita bisa saling memahami. Politik itu hadir untuk memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Acara sederhana di Pasar Sleko menjadi bukti bahwa dari secangkir kopi dan obrolan ringan, bisa lahir makna besar tentang persatuan, gotong royong, dan perjuangan bersama rakyat.

 

Penulis; Insan