Pasuruan, Suararakyat62.com

Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kini bagaikan neraka diduga akibat cengkeraman limbah PT Satoria! Aroma busuk yang menusuk hidung bukan lagi sekadar gangguan, tapi teror yang mengancam nyawa! Aliansi PERBUAT (Pergerakan Rakyat untuk Bumi yang Kuat), yang terdiri dari LSM PMDM, LSM CAKRA BERDAULAT, dan LSM PUSAKA, bersama warga yang sudah kehilangan kesabaran, menyatakan perang terhadap PT Satoria! Minggu ( 19/10/2025).
Gus Ujay, Ketua Umum LSM PMDM, dengan mata merah menyala, berteriak lantang, “PT Satoria sudah kelewatan! Janji manis mereka hanya omong kosong! Kami tidak butuh kolam limbah, kami butuh udara bersih! Jika ada yang berani membela PT Satoria, dan saya menantang staf Pt Satoria untuk mandi bersama dan minum limbah ini sampai mati!” Teriaknya.
Imam Rusdian, Ketua LSM Cakra Berdaulat, menambahkan, “Kami akan usut tuntas! Jika terbukti limbah B3 melebihi ambang batas, kami akan geruduk kantor dinas terkait jika mereka berani melindungi PT Satoria! PP No 16 Tahun 2021 adalah cambuk bagi para koruptor lingkungan!” Tandasnya.
DN, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari harus berjuang melawan mual akibat bau limbah, berkata dengan suara bergetar, “Anak-anak kami sakit! Kami tidak bisa tidur! PT Satoria merampas hak kami untuk hidup sehat! Kami akan lawan sampai titik darah penghabisan!” Ujarnya
Lujeng Sudarto, Direktur LSM Pusaka melalui pesan singkatnya, dengan nada geram, menyerukan revolusi lingkungan. “Undang-undang nomor 32 tahun 2009 diduga sudah dilanggar dengan sengaja! PT Satoria harus dihukum seberat-beratnya! Kami mendesak APH untuk segera menangkap dan memenjarakan para petinggi PT Satoria! Jika tidak, kami akan turun ke jalan dan membuat Pasuruan menjadi lautan api!” Pungkasnya
Aliansi PERBUAT tidak main-main! Mereka siap mengerahkan seluruh kekuatan untuk menuntut keadilan. Warga Desa Wrati sudah muak dengan janji palsu dan pembiaran. Mereka siap berkorban demi masa depan yang lebih baik. PT Satoria, bersiaplah! Desa Wrati akan menjadi kuburan bagi perusahaan perusak lingkungan!
Pewarta: Apin/Red




