Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com — DPRD Kota Pasuruan menggelar Rapat Paripurna I dengan dua agenda utama, yakni Penyerahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan Penyampaian Nota Keuangan serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026, Senin (3/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Pokir Diserahkan, RAPBD 2026 Dipaparkan: Kota Pasuruan Tetap Gas Pembangunan Meski Anggaran Turun

Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD Kota Pasuruan dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, H. Muchamad Toyib. Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan, Mas Adi Wibowo, S.TP., M.Si., Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, S.Kom., M.M., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, OPD, serta perwakilan media massa.

Dalam agenda pertama, Pokok-Pokok Pikiran DPRD diserahkan kepada Wali Kota Pasuruan. Pokir merupakan hasil serap aspirasi masyarakat melalui reses anggota dewan, yang nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun perencanaan dan pembangunan daerah.

Setelah menerima Pokir, Wali Kota Pasuruan menyampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Tahun 2026. Dalam penyampaiannya, Mas Adi menyebut terjadi penurunan alokasi anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pusat. Meski demikian, Pemkot Pasuruan tetap berkomitmen menjaga fokus pembangunan.

“Kita tetap harus optimis. Anggaran yang menurun bukan alasan untuk menghentikan pembangunan,” tegas Mas Adi.

“Justru kondisi ini menjadi momentum untuk lebih kreatif, efisien, dan memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa arah pembangunan tahun 2026 sudah ditetapkan dalam delapan prioritas, mulai dari penguatan kualitas SDM, peningkatan infrastruktur ekonomi, investasi, penanganan kemiskinan, hingga pengembangan layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Muchamad Toyib, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pokir yang diserahkan hari ini adalah aspirasi langsung dari masyarakat. DPRD berharap agar program pembangunan tahun 2026 tetap berpihak kepada kebutuhan warga.

“Pokir ini adalah suara masyarakat. Meskipun anggaran menurun, pelayanan tidak boleh menurun. DPRD siap mengawal pembahasan anggaran agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata,” ujar Toyib saat dikonfirmasi awak media SuaraRakyat62.com

Melalui Rapat Paripurna I ini, baik DPRD maupun Pemkot Pasuruan menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga pembangunan tetap berjalan, sekalipun menghadapi tantangan keterbatasan fiskal. Dengan perencanaan matang, efisiensi anggaran, dan sinergi antara semua pihak, pemerintah optimistis Kota Pasuruan mampu terus maju dan berkelanjutan.

 

 

Penulis; Zen_St