Banyuwangi, SuaraRakyat62.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi kembali dipacu. Polresta Banyuwangi bersama sejumlah pihak melakukan penanaman jagung di lahan produktif Green Farm seluas 50 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, sejak Minggu (9/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polresta Banyuwangi Genjot Ketahanan Pangan, Tanam Jagung 50 Hektare di Sempu

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menyampaikan bahwa penanaman jagung ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan daerah dan nasional.

“Ketahanan pangan bukan kegiatan seremonial, tetapi kerja nyata yang kita lakukan bersama. Kolaborasi antarsektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pangan,” ujarnya.

Kombes Pol Rama menjelaskan setidaknya terdapat empat program Polri yang berhubungan langsung dengan ketahanan pangan, yakni Pekarangan Bergizi, penanaman jagung menuju swasembada, pengawasan distribusi, serta rekrutmen Polri dengan kompetensi khusus di bidang pertanian.

Hingga Kuartal IV 2025, Polresta Banyuwangi aktif memperluas sentra penanaman jagung di beberapa klaster lahan, seperti lahan baku sawah, lahan produktif, lahan pesantren, hingga lahan kehutanan sosial. Bahkan, penanaman di lahan sawah telah mencapai 6.339 hektare dari target 6.294 hektare.

“Data produksi Januari–Oktober 2025 menunjukkan peningkatan signifikan,” tambahnya.

Dari data tersebut, Banyuwangi membukukan produksi jagung sebesar 208.673 ton, meningkat 27.341 ton dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Surplus jagung juga melonjak dari 122.854 ton menjadi 150.467 ton di 2025, salah satunya karena penambahan luas lahan lebih dari 4.000 hektare.

Meski surplus meningkat, serapan Bulog terhadap jagung Banyuwangi masih terbatas, yakni 67,65 ton. Karena itu, Kapolresta mendorong kerja sama lebih intensif antara pemerintah daerah, Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan Bhabinkamtibmas dalam melakukan pendataan tanaman dan pendampingan petani.

Agenda tanam jagung ini juga dirangkaikan dengan panen padi, penanaman durian, dan pengembangan ketela, sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas instansi.

“Semua langkah ini bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi mewujudkan martabat bangsa melalui kemandirian pangan,” ungkap Kombes Pol Rama.

Sinergi ini diharapkan mampu menopang swasembada jagung dalam jangka panjang serta membuka peluang ekspor hasil pertanian Banyuwangi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pembina HKTI Jatim Jenderal Pol (Purn) Drs. Badrodin Haiti, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani S.Pd., M.KP., Wakil Bupati Mujiono, Komandan Lanal Banyuwangi, pejabat TNI-Polri, Forkopimka Sempu, serta para penyuluh dan anggota Pramuka.

 

 

(Miko/Humas Polres Banyuwangi)