SUARARAKYAT62, MALANG – Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar Negeri se-Kabupaten Malang mengikuti kegiatan workshop advokasi profesionalisme dengan fokus pembangunan karakter siswa, yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (12/2/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ratusan Guru PAI SDN se-Kabupaten Malang Ikuti Workshop Advokasi Profesionalisme

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat tersebut menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai integritas serta kepedulian sosial dalam lingkungan pendidikan dasar.

Workshop ini dipimpin langsung oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) sekaligus perwakilan MKKS, Bahrudin, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk moralitas dan karakter generasi muda di Kabupaten Malang.

“Profesionalisme guru PAI tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar di kelas, tetapi bagaimana kita mampu menjadi teladan dalam menginternalisasikan nilai integritas, Kita ingin siswa-siswi SDN se-Kabupaten Malang memiliki karakter yang tangguh, jujur, dan memiliki empati sosial yang tinggi terhadap sesama,” ujar Bahrudin dalam pidato pembukaannya.

Fokus pada Integritas dan Kepedulian Sosial Workshop ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi praktis dalam menyisipkan nilai-nilai antikorupsi (integritas) dan kepekaan sosial ke dalam kurikulum pembelajaran.

Langkah ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman, di mana siswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan akhlak.

Dalam sesi diskusi interaktif, para peserta diajak merumuskan berbagai program pembiasaan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Di antaranya pembentukan kantin kejujuran, program infak kreatif untuk membantu siswa kurang mampu, hingga metode pembelajaran berbasis proyek sosial yang mendorong siswa terlibat langsung dalam aksi nyata kepedulian.

Para guru juga berbagi praktik baik (best practice) yang telah diterapkan di sejumlah sekolah, sehingga tercipta ruang kolaborasi dan saling menguatkan antarpendidik.

Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan tercipta standarisasi kualitas pendidikan karakter di seluruh SDN yang tersebar di Kabupaten Malang. Dengan komitmen bersama di bawah arahan Bahrudin, S.Pd.I., para guru PAI sepakat mentransformasi suasana sekolah menjadi lingkungan yang religius, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter mulia.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di masing-masing sekolah, guna memastikan hasil workshop tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar berdampak nyata terhadap perkembangan karakter siswa di lapangan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan bersama untuk membangun generasi berintegritas sejak usia dini,” pungkasnya.

(ILA)