Scroll Untuk Lanjut Membaca
Rekes Sumatera FC Tetap Tegak di Tengah Kekalahan, Tetap Semangat meski diterjang ombak

PEKAN BARU, Suararakyat – Tidak semua perjalanan sebuah tim sepak bola diwarnai kemenangan. Ada kalanya sejarah justru dibangun dari kekalahan yang menyakitkan, dari pertandingan yang terasa seperti “tertusuk sembilu”, dan dari kegigihan untuk tetap berdiri meski diterkam lawan.

Itulah yang kini dirasakan oleh Rekes Sumatera FC, tim asal Kabupaten Kampar yang dimotori oleh Wazry PoCy dan sponsor fanatiknya yang baru-baru ini ikut ambil bagian dalam berbagai turnamen bergengsi lintas Provinsi.

Pemilik Rekes Sumatera FC, Wazri Pocy, mengaku bangga meski timnya harus menelan kekalahan beruntun saat tampil di Piala DANYONKO AURI Pekanbaru. Dengan jujur ia menyebut pengalaman tersebut sebagai “pertandingan hancur-hancuran”, namun tetap menjadi bagian penting dari perjalanan timnya.

“Walaupun bulan-bulanan dilibas lawan, saya tetap bangga. Baru kali ini kami ikut turnamen dan memang diterkam, tapi ini pengalaman besar,” ujar bung Pocy, Rabu(26/11/2025).

Rekes Sumatera FC bukan tim baru. dengan modal semangat dengan Dana yang minim namun mampu memperkuat persaudaraan dan eksistensi sepak bola di bumi lancang kuning. Keikutsertaan dalam turnamen besar Riau–Sumut maupun Riau–Sumbar menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman pemain dan memperkenalkan identitas daerah.

Sejarahnya, Pada turnamen berlabel Riau–Sumut, Rekes Sumatera FC bertemu tim kuat Harimau Sumatera asal Padang Lawas, Sumatera Utara. Pertandingan berlangsung ketat, dan Rekes Sumatera FC harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 1–2.

Tidak berhenti di situ, pada Legend Cup Riau–Sumbar, Rekes Sumatera FC kembali menghadapi lawan tangguh, yaitu Persita Talawi FC dari Payakumbuh. Walau bermain gigih, mereka kembali kalah dengan skor 0–1.

Rangkaian kekalahan ini tidak menurunkan semangat Wazri Pocy. Baginya, turnamen-turnamen tersebut merupakan ruang belajar, tempat menempa mental pemain muda, dan ajang memperkenalkan kembali identitas Rekes Sumatera FC yang telah lama berdiri.

Dalam sudut pandang opini, perjalanan Rekes Sumatera FC menggambarkan realitas bahwa sepak bola bukan hanya tentang trofi, tetapi juga tentang jatuh bangun dalam membangun tim. Kekalahan yang diterima bukan akhir, melainkan bagian dari proses menuju kedewasaan.

Sejarah Rekes Sumatera FC adalah sejarah keberanian—keberanian tampil melawan tim-tim besar, keberanian menerima kekalahan, dan keberanian untuk kembali bangkit.

Wazri Pocy berharap kekalahan ini tidak mematahkan motivasi para pemain. Justru sebaliknya, menjadi catatan penting agar Rekes Sumatera FC semakin kuat dalam turnamen berikutnya.

“Ini proses. Tidak apa-apa kalah, yang penting kami hadir, kami bertanding, dan kami belajar. Rekes Sumatera FC akan terus berdiri,” tegasnya.

Dalam dunia sepak bola, tidak ada tim besar yang tidak pernah kalah. Rekes Sumatera FC mungkin menelan pil pahit kali ini, tetapi keberaniannya untuk hadir dan berkompetisi tetap menjadi kebanggaan bagi Daerahnya . Kekalahan hanyalah babak, bukan penutup buku perjalanan panjang mereka.

Rekes Sumatera FC masih menulis sejarah perlahan, pasti, dan dengan hati yang tak gentar.

(Esra)