SUARARAKYAT62, ROHUL – Di tengah maraknya penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial, lebih dari 3.000 mitra, relawan, pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM menggelar aksi damai di Kabupaten Trenggalek, Senin (22/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ribuan Mitra dan Pelaku UMKM di Trenggalek Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program MBG

Ribuan peserta aksi berjalan kaki dari Pasar Pon menuju kantor DPRD Trenggalek dengan membawa berbagai poster dan spanduk berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka menilai program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.

Ketua Paguyuban Mitra MBG Trenggalek, Imam Waldi, mengatakan pihaknya mendukung langkah evaluasi serta penegakan hukum terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan program. Namun, menurutnya, program yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat tidak seharusnya dihentikan.

“Kami mendukung evaluasi dan penindakan terhadap pelanggaran. Tapi jangan sampai program yang membantu rakyat kecil justru dihentikan,” tegas Imam Waldi.

Selain menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG, para peserta aksi juga meminta pemerintah agar memperluas keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok program tersebut. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Aspirasi para peserta aksi diterima oleh DPRD Trenggalek yang berjanji akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke depan.

Aksi damai ini menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah derasnya kritik terhadap MBG di media sosial. Bagi ribuan peserta aksi, yang perlu dihentikan adalah praktik penyimpangan dan korupsi, bukan program yang selama ini telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak warga. (es)