Jakarta, SuaraRakyat62.com – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Romy Soekarno, mengusulkan perubahan mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggunakan Kartu ATM Makan Bergizi Gratis. Melalui skema tersebut, dana bantuan diusulkan ditransfer langsung ke rekening orang tua atau wali murid agar lebih tepat sasaran serta meminimalkan potensi kebocoran anggaran.

Menurut Romy, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar Rp15.000 per hari yang langsung masuk ke rekening penerima. Dana tersebut diharapkan digunakan oleh orang tua untuk menyiapkan makanan bergizi bagi anak di rumah.
“Kartu ATM ini berfungsi sebagai rekening yang setiap hari ditransfer Rp15.000. Uang itu bisa digunakan untuk membeli bahan makanan, kemudian dimasakkan oleh orang tuanya. Dengan cara seperti ini, potensi kebocoran anggaran bisa ditekan,” ujar Romy, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, apabila dalam satu keluarga terdapat dua anak yang menjadi penerima manfaat, maka total bantuan yang diterima mencapai Rp30.000 per hari, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Romy mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan data kependudukan milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Orang tua atau wali murid nantinya dapat membuka rekening di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan melampirkan surat keterangan dari kelurahan.
Selain penyaluran dana secara langsung kepada keluarga, Romy juga menawarkan alternatif lain, yakni pengelolaan makanan melalui dapur atau kantin sekolah.
“Opsi lainnya adalah dapur dikelola langsung oleh sekolah. Menurut saya, cara ini juga lebih sederhana karena seluruh proses penyediaan makanan berada dalam satu pengelolaan,” katanya.
Menurut Romy, kedua skema tersebut layak menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menilai, mekanisme yang lebih sederhana dengan sistem pengawasan yang jelas akan membuat manfaat program lebih mudah dirasakan oleh para siswa, sekaligus meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Selain itu, penggunaan Kartu ATM MBG juga dinilai berpotensi mengurangi biaya operasional distribusi dan logistik yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran dalam pelaksanaan program.
Dengan efisiensi tersebut, Romy berharap anggaran negara dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta memperkuat keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.
(Syahrul Gesuri)




