Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Anggota DPRD Kota Pasuruan dari Partai Golkar, H. M. Rifai, S.H., M.H., menggelar kegiatan Reses II Tahun 2025 di Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo, pada Senin sore (4/8/2025). Sekitar 50 tokoh masyarakat dan warga antusias hadir untuk menyampaikan keluhan, saran, dan harapan langsung kepada wakil rakyat mereka.

Dalam sambutannya, H. M. Rifai mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali ke tanah kelahiran. Ia menegaskan bahwa reses kali ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan lebih kepada penguatan nilai keadilan sosial melalui prinsip “sama rata, sama rasa.”

Salah satu warga, Wahid dari Kelurahan Gading, menyuarakan keresahan terkait sulitnya pengurusan akta kelahiran di Dinas Dukcapil, terutama bagi para wali murid. Ia juga mempertanyakan akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai acuan penerbitan KIP dan jalur afirmasi pendidikan, yang dinilai belum menyentuh banyak anak yang layak dibantu.
Menanggapi hal itu, Rifai berkomitmen untuk menindaklanjuti secara langsung:
“Saya akan turun dan telusuri ke Dinas Pendidikan maupun Dukcapil. Jika ada ketimpangan atau ketidakseimbangan sistem, akan saya tindak tegas,” ujarnya.

Rifai juga menyoroti keterbatasan daya tampung SMP negeri di Kota Pasuruan, yang hanya memiliki 11 sekolah untuk melayani 34 kelurahan. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya kesenjangan dalam akses pendidikan dasar.
Tak hanya soal pendidikan, warga lain, Abu Sahal dari Kelurahan Gentong, menyoroti lambatnya distribusi seragam sekolah gratis dan buruknya pelayanan PDAM di wilayahnya.
Rifai memastikan bahwa seragam akan segera dibagikan, dan mengungkap bahwa DPRD telah mendorong PDAM menggunakan teknologi blueprint digital untuk mendeteksi titik kebocoran pipa secara lebih efisien:
“Kami sudah menyarankan penggunaan teknologi ini agar pelayanan air bersih lebih cepat dan merata,” jelasnya.

Menjelang penutupan, Zainal, warga Gading lainnya, mengangkat isu lesunya industri mebel di Bukir. Ia berharap ada perhatian dan kebijakan nyata dari pemerintah untuk menyelamatkan pengrajin dari sepinya pembeli dan tingginya biaya sewa tempat usaha.
Acara reses berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh semangat, menunjukkan kuatnya hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya dalam membangun Pasuruan yang lebih inklusif dan adil.
Penulis ; Abdul_Khalim




