SUARARAKYAT62, ROHUL/RIAU – Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, mengikuti rapat asistensi terkait proyeksi kemampuan keuangan daerah Tahun Anggaran (TA) 2026 secara virtual, Senin (20/04/2026). Rapat ini membahas daerah dengan proyeksi pendapatan yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan belanja minimum.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Penjabat Sekda Rohul, Drs. H. Yusmar, M.Si, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Asistensi ini dinilai penting mengingat adanya tantangan pada struktur APBD, khususnya dalam menutup kebutuhan belanja wajib tahun 2026.
Pemaparan dari Ditjen Bina Keuangan Daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Rohul cukup kuat di angka 6,79%, di atas rata-rata nasional. Namun, sejumlah indikator masih menjadi perhatian, seperti tingkat kemiskinan 8,12% (sekitar 70,65 ribu jiwa), IPM 73,61 (di bawah rata-rata nasional 75,06), prevalensi stunting 21,40%, serta kondisi jalan kabupaten yang kritis mencapai 75,2% atau sekitar 1.875,41 km.
Menanggapi hal itu, Wabup memaparkan realisasi dan rencana belanja wajib daerah. Untuk sektor pendidikan telah dialokasikan 20% dari total belanja dengan capaian 34,62% dari target. Sementara belanja infrastruktur ditargetkan 40%, namun baru terealisasi 28,57%. Adapun belanja pegawai diproyeksikan 30% pada 2026, tetapi saat ini masih berada di angka 38,18%.
Dari sisi pendapatan, capaian pajak daerah menunjukkan variasi. Pajak Kendaraan Bermotor mencapai 73,17%, pajak rokok 79,05%, pajak tenaga kelistrikan 36,42%, dan pajak air tanah masih rendah di angka 18,72%.
Wabup juga menyoroti potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit di Rohul, yang memiliki sekitar 50–56 pabrik. Ia berharap adanya dukungan hilirisasi industri sawit serta pelibatan BUMD sebagai mitra usaha guna meningkatkan pendapatan daerah.
Selain itu, Pemkab Rohul terus mendorong penguatan UMKM melalui program pinjaman modal tanpa bunga untuk pinjaman di bawah Rp5 juta, dengan bunga ditanggung APBD.
Rapat ditutup dengan permohonan arahan dari pemerintah pusat agar Kabupaten Rokan Hulu dapat memenuhi ketentuan belanja minimum serta mengoptimalkan potensi daerah di tengah tantangan fiskal.
Sumber: Kominfo Rohul
Editor: Esra




