Landak, SuaraRakyat62.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan dan sinergi untuk menghadapi tantangan global yang dinilai semakin kompleks.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Tantangan Global Makin Berat, Karolin Dorong Pemerintah Responsif dan Rakyat Tetap Bersatu

Ajakan tersebut disampaikan Karolin seusai mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menurut Karolin, momentum kemerdekaan tidak semestinya hanya menjadi ajang perayaan. Usia 81 tahun Indonesia harus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai capaian sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan pembenahan.

“Banyak hal yang tentunya bisa menjadi bahan refleksi kita dalam menghadapi Dirgahayu Kemerdekaan kali ini. Ada yang baik, ada yang masih perlu pembenahan. Hal-hal yang masih perlu pembenahan nanti tentu menjadi agenda kita bersama,” ujar Karolin kepada wartawan.

Ia menilai perjalanan panjang Indonesia selama 81 tahun telah membuktikan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.

“Kita telah teruji selama ini sebagai suatu bangsa. Mudah-mudahan apa pun tantangan kita ke depan, bangsa Indonesia tetap jaya, tetap bisa maju, dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia,” ungkapnya.

Karolin menyoroti situasi global yang terus bergerak dinamis. Berbagai perubahan ekonomi, sosial, politik, maupun perkembangan dunia internasional menurutnya membutuhkan kesiapan seluruh elemen bangsa.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar berbagai persoalan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Karolin menekankan pentingnya pemerintah memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Kebijakan pembangunan, menurutnya, harus tetap memperhatikan kebutuhan dan persoalan yang benar-benar dihadapi warga.

“Pemerintah harus juga mendengarkan apa yang menjadi keresahan dan masalah di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kemampuan pemerintah mendengar aspirasi masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Di sisi lain, Karolin juga meminta masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga stabilitas sosial. Ia mengajak warga saling bergandengan tangan, menjaga kekompakan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai persoalan yang berpotensi memecah persatuan.

“Masyarakat juga tentu harus bergandengan tangan, menjaga kekompakan, dan saling menjaga dalam situasi yang tidak mudah ini,” tambahnya.

Karolin menilai persatuan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Perbedaan pandangan maupun kepentingan, menurutnya, seharusnya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk kehilangan semangat kebersamaan.

Ia meyakini sinergi antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang kompak akan memperkuat pembangunan di daerah maupun nasional.

“Saya yakin, jika dua hal ini dapat dilaksanakan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat melanjutkan pembangunan untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa menghadapi tantangan global membutuhkan lebih dari sekadar optimisme. Pemerintah dituntut semakin responsif terhadap persoalan rakyat, sementara masyarakat diharapkan menjaga persatuan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Dengan sinergi tersebut, cita-cita kemerdekaan diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi terus diwujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

(Heru Gesuri)