Dumai, SuaraRakyat62.com – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 48,54 kilogram yang diduga berasal dari jaringan internasional asal Malaysia. Aksi penggagalan ini berlangsung dramatis di perairan Kuala Parit Paman, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, pada Kamis (5/6/2025).

Barang haram tersebut ditemukan dalam 44 bungkus yang dikemas dalam dua tas ransel dan dibawa menggunakan speedboat bermesin Yamaha 200 PK × 3 unit. Penindakan cepat ini merupakan hasil dari informasi intelijen yang diperoleh tim TNI AL mengenai rencana penyelundupan yang masuk melalui jalur laut.

Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, menyampaikan bahwa operasi ini dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari 13 personel laut dan 7 personel darat.
“Setelah menerima informasi masuknya sabu, tim laut melakukan penyekatan di laut, sementara tim darat mengamankan jalur-jalur tikus di pesisir Pantai Mundam,” jelas Haris dalam keterangan pers, Rabu (11/6).
Tak lama berselang, tim mendeteksi pergerakan mencurigakan sebuah speedboat. Saat dilakukan pengejaran, pelaku justru mempercepat laju perahu dan menabrak kapal patroli TNI AL, menyebabkan bagian haluan kapal patroli pecah dan tenggelam.

“Kejar-kejaran berlangsung selama hampir satu jam. Pelaku sempat membuang dua tas ransel ke laut. Petugas kemudian menemukan tas tersebut menggunakan Sea Rider 85 dari Pos Babinpotmar Sungai Dumai,” tambah Haris.
Setelah diamankan, dua tas tersebut langsung dibawa ke Kantor Bea Cukai Dumai. Pengujian laboratorium menggunakan narkotest menyatakan seluruh isi tas mengandung methamphetamine (sabu-sabu) dengan berat total 48,54 kilogram.
“Jumlah ini setara dengan potensi kerusakan terhadap 242.700 jiwa jika berhasil diedarkan. Nilainya ditaksir mencapai Rp72,81 miliar,” ungkap Danlanal Haris.
Meski barang bukti berhasil diamankan, para pelaku penyelundupan masih buron dan tengah diburu oleh tim gabungan. Satu unit speedboat tanpa nama ditemukan dalam kondisi kosong di Sungai Kadur, diduga ditinggalkan oleh pelaku saat melarikan diri.

TNI AL menyatakan akan terus meningkatkan patroli laut dan memperketat pengawasan perairan untuk mencegah penyelundupan narkotika melalui jalur laut, khususnya di wilayah perairan Dumai.
Menurut Kolonel Haris, penggagalan ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden dan instruksi langsung dari Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut untuk memberantas narkoba secara total.

“Ini bukti nyata komitmen kami. Perairan Indonesia tidak boleh jadi jalur bebas narkoba. Kami siap hadapi siapa pun yang mencoba merusak generasi bangsa,” tegas Haris.
Lanal Dumai memastikan bahwa pemberantasan narkoba akan tetap menjadi prioritas utama melalui tindakan tegas, terukur, dan berkelanjutan demi menjaga keselamatan dan masa depan bangsa.
Penulis ; Esra
Sumber ; Lanal Dumai




