Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pagelaran seni budaya bertajuk Uri-Uri Budoyo yang digelar di Desa Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kota Pasuruan pada 22–31 Mei 2025 menyisakan kekecewaan. Ketidakhadiran sejumlah pejabat wilayah, termasuk Camat Purworejo Alfian Effendi dan Lurah Pohjentrek Lailul Machnuna, menjadi sorotan dalam acara tersebut, Sabtu (24/5).

Ayi Suhaya, Wakil Gubernur LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), menyayangkan absennya para pemangku kebijakan seperti Wali Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Camat Purworejo, serta Lurah Pohjentrek.

“Saya tanya langsung ke panitia, katanya semua unsur pemerintahan sudah diundang. Tapi tidak ada satupun yang hadir, bahkan sekadar mengonfirmasi pun tidak,” ujar Ayi dengan nada kecewa, dikutip dari PortalIndonesia.com.
Sebagai pemerhati budaya, Ayi menyatakan keprihatinannya atas minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.
“Saya lahir dan besar di lingkungan yang menjunjung tinggi budaya. Kita hidup dari warisan leluhur. Kalau para pemimpin hari ini bersikap acuh, bagaimana nasib budaya kita ke depan?” tegasnya.
Uri-Uri Budoyo merupakan agenda tahunan yang bertujuan menjaga kelestarian kearifan lokal serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Ketidakhadiran para pejabat dinilai mencerminkan lemahnya komitmen terhadap pelestarian budaya.
Menanggapi tudingan tersebut, Camat Purworejo Alfian Effendi menjelaskan bahwa ketidakhadirannya disebabkan oleh kegiatan yang bersamaan, yaitu Haul di Desa Tembokrejo.
“Sudah saya wakilkan ke Kasi Trantib, karena saya mendampingi Bapak Wakil Wali Kota dalam acara Haul di Tembok,” ujar Alfian kepada wartawan.
Sementara itu, Lurah Pohjentrek Lailul Machnuna mengungkapkan adanya kesalahpahaman terkait undangan.

“Pangapunten, kami tidak menerima undangan, hanya ada surat pemberitahuan kegiatan. Maaf jika terjadi kesalahan dalam memahami. Insyaallah kalau kami diundang secara resmi, selama tidak ada kegiatan bersamaan dan saya dalam kondisi sehat, pasti akan hadir,” jelas Lailul.
Ia juga menegaskan komitmennya sebagai pelayan masyarakat.
“Pangapunten jika saya salah. Insyaallah kami tetap berkomitmen sebagai pelayan warga,” tambahnya.(h-Lim)
Penulis ; Abdul Khalim




