Jombang, SuaraRakyat62.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menggelar sarasehan bertajuk “Sosialisasi Membangun Karakter Demokratis Melalui Pendidikan Berbasis Pancasila” di Balai Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Minggu (22/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari Kecamatan Diwek dan Jogoroto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Wiwin Sumrambah Ajak Warga Jombang Bangun Demokrasi Berbasis Pancasila

Dalam sambutannya, Wiwin menegaskan pentingnya pendidikan politik berbasis Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh media sosial. Menurutnya, demokrasi yang sehat harus dijalankan dengan etika dan nilai kebangsaan.

“Sebagai wakil rakyat, kami punya tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat berpolitik secara demokratis dan beretika. Demokrasi tanpa nilai Pancasila bisa kehilangan arah,” ujar Wiwin di hadapan peserta sarasehan.

Ia menambahkan, kebebasan berekspresi memang menjadi bagian penting dari demokrasi, namun tetap harus berada dalam koridor Pancasila agar tidak menimbulkan perpecahan.
“Kritik kepada pemerintah adalah bagian dari demokrasi. Tapi jangan sampai kebebasan itu lepas dari nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Wiwin juga menekankan bahwa pendidikan Pancasila tidak cukup hanya disampaikan di ruang kelas, melainkan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan dan pilihan politik.
“Jika karakter demokratis masyarakat kuat, maka kualitas kepemimpinan yang lahir ke depan juga akan semakin baik,” tandasnya.

Sarasehan tersebut menghadirkan mantan Wakil Bupati Jombang Sumrambah serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Donny Anggun, sebagai narasumber.

Sumrambah menilai demokrasi Indonesia memiliki karakter khas yang berakar kuat pada Pancasila. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia justru menuntut penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Kita ini negara besar dengan keberagaman luar biasa. Kalau tidak kembali ke Pancasila, demokrasi bisa mudah terpecah oleh kepentingan sesaat,” ujarnya.

Sementara itu, Donny Anggun mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap kebijakan publik.
“Demokrasi adalah bagaimana kita menghargai perbedaan, menyampaikan aspirasi dengan santun, dan bersama-sama mengawal kebijakan publik. Pilihlah pemimpin dengan pertimbangan akal dan hati, bukan sekadar apa yang tampak di permukaan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi bersama peserta, mencerminkan antusiasme warga dalam memahami demokrasi yang berlandaskan nilai Pancasila.

Melalui sarasehan ini, para narasumber berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya merawat demokrasi secara dewasa, beretika, dan berakar pada Pancasila sebagai ideologi bangsa, demi terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Jombang.

 

 

(Za)