SuaraRakyat62.com – Kajian&Opini

Scroll Untuk Lanjut Membaca
1 Juni Hari Lahir Pancasila, Titik Awal Cita-Cita Bangsa

Hari ini, 1 Juni 2025, Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila, dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tepat 80 tahun lalu, pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidatonya yang bersejarah di hadapan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan memperkenalkan lima prinsip utama yang kini dikenal sebagai Pancasila.

Pidato bersejarah itu disampaikan di Gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6, Jakarta, gedung yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Saat itu, BPUPKI tengah menggelar sidang pertama sejak 29 Mei hingga 1 Juni 1945, untuk merumuskan dasar negara menjelang kemerdekaan Indonesia.

Dari 39 tokoh yang berbicara dalam sidang tersebut, hanya segelintir yang benar-benar mengulas konsep dasar negara. Soekarno, yang mendapat giliran berbicara pada hari terakhir, menyampaikan pidato yang bukan hanya visioner, tetapi juga menyentuh hati bangsa Indonesia hingga hari ini.

Dalam pidatonya, Bung Karno menyampaikan lima prinsip dasar negara:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Ia menyebut lima prinsip itu dengan nama “Pancasila” dari kata Sansekerta “panca” berarti lima dan “sila” berarti prinsip atau asas.

Menjelang pidato penting itu, Bung Karno diketahui menghabiskan malam dalam renungan mendalam di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur 56. Dalam buku “Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia“, diceritakan bahwa ia berdoa dan memohon ilham dari Tuhan.

“Aku tahu, pemikiran yang akan kusampaikan bukanlah milikku. Engkaulah yang membukakannya kepadaku,” tulis Soekarno dalam kenangannya.

Pidato tersebut menjadi titik awal lahirnya Pancasila sebagai dasar negara. Namun, pengakuan resmi atas 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila baru ditetapkan pada tahun 2016 melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Pancasila bukan sekadar teks. Ia adalah roh dan arah perjalanan bangsa Indonesia. Di tengah tantangan zaman, semangat kebangsaan, keadilan sosial, dan nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan dan penting untuk dijaga bersama.

Mari kita maknai Hari Lahir Pancasila sebagai momen untuk merekatkan persatuan, menjaga toleransi, dan memperkuat semangat gotong royong demi Indonesia yang adil dan beradab.

 


Editor ; Achmad

Sumber ; PDI Perjuangan