Kota Blitar, SuaraRakyat62.com – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menegaskan kembali pentingnya menjunjung nilai kemanusiaan dan Pancasila di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum Bung Karno, Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025), yang turut dihadiri perwakilan dari berbagai negara dan tokoh nasional.
Dalam pidatonya, Megawati menyampaikan bahwa dunia tengah memasuki era baru yang dipenuhi teknologi canggih. Namun, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun mesin, AI tetap tidak bisa melampaui manusia.
“AI itu tidak lebih hebat dari otak saya, karena otak adalah ciptaan Tuhan,” tegas Megawati, disambut tepuk tangan hadirin.
Ia mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak terlena dan tergila-gila pada teknologi hingga melupakan jati diri bangsa.
Megawati menyoroti risiko penyalahgunaan teknologi oleh kepentingan besar dunia.
“AI bisa jadi alat imperialisme baru. Kita harus hati-hati, jangan sampai bangsa ini kehilangan jati dirinya hanya karena tergoda kemajuan teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, jika teknologi tidak dikendalikan oleh nilai kemanusiaan, kearifan lokal, dan Pancasila, maka bangsa bisa kehilangan kemandirian dan tujuan bernegara.
Megawati mengenang perjuangan Bung Karno yang pada KAA 1955 menyerukan semangat membangun dunia baru, “To Build the World Anew”.
“Bung Karno sudah memikirkan masa depan dunia. Pancasila bukan hanya untuk Indonesia, tapi untuk umat manusia. Pancasila itu universal, berakar pada ketuhanan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut Pancasila sebagai “the lifeline map of anti-imperialism”, peta jalan yang melawan segala bentuk penindasan dan penjajahan dalam bentuk apa pun termasuk teknologi.
Megawati menegaskan pentingnya pemahaman geopolitik di era global saat ini.
“Geopolitik itu penting. Jangan jadi anak muda yang kuper. Pahami dunia agar tidak mudah dipermainkan oleh kepentingan asing,” katanya lantang.
Ia mengajak anak bangsa untuk tetap percaya diri, menjaga kearifan lokal, dan memandang teknologi sebagai alat, bukan penguasa kehidupan.
Peringatan 70 tahun KAA di Blitar ini bukan hanya refleksi sejarah, tetapi juga peringatan agar Indonesia tidak kehilangan arah di tengah kemajuan zaman. Semangat anti-imperialisme, persatuan bangsa, dan nilai-nilai Pancasila kembali menjadi pesan utama yang disampaikan Megawati untuk masa depan Indonesia.
(Mak_Ila/PDI Perjuangan)




