Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Satu tahun berlalu sejak kondisi jalan Dusun Pendoso, Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan viral karena rusak parah. Namun hingga kini, perbaikan menyeluruh tak kunjung terlihat. Warga kembali mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani infrastruktur dasar yang menjadi nadi aktivitas harian masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Setelah Setahun Viral, Jalan di Rebalas Tak Kunjung Diperbaiki

Jalan yang menjadi akses utama menuju tempat kerja, rumah ibadah, pasar, hingga sekolah ini setiap hari semakin memprihatinkan. Di beberapa titik, lubang menganga dan permukaan jalan yang tidak rata membahayakan pengguna motor maupun mobil.

Warga menyebut perbaikan yang pernah dilakukan hanya bersifat tambal sulam, bahkan kini kembali rusak lebih parah.

“Setahun lalu viral, tapi apa hasilnya? Yang diperbaiki cuma sedikit, itu pun cepat rusak lagi. Sekarang malah lebih parah,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Kerusakan jalan ini bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga. Banyak kendaraan rusak, biaya perbaikan meningkat, dan aktivitas harian terganggu, terutama saat hujan ketika jalan berubah menjadi kubangan lumpur.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda penanganan dan segera melakukan perbaikan total, bukan sekadar penampakan sementara.

“Kami tidak perlu pejabat datang foto-foto. Cukup dinas yang berwenang turun dan memperbaiki dengan benar. Kami hanya ingin jalan ini layak digunakan,” tambah warga lainnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua LSM Gerah Pasuruan, H. Iswanto, menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini jalan sudah viral satu tahun. Kalau pemerintah benar-benar peduli, mustahil kondisinya masih seperti ini. Jangan tunggu masyarakat marah baru bergerak,” tegas H. Iswanto.

Ia menekankan bahwa perbaikan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari tanggung jawab moral pemerintah.

“Jangan lagi ada alasan. Jalan ini harus diperbaiki secara total, bukan tambal sulam. Kami dari LSM Gerah Pasuruan akan terus mengawal dan memastikan suara warga tidak diabaikan,” tambahnya.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik, mengingat jalan tersebut telah lama menjadi keluhan warga dan bukti bahwa penanganan infrastruktur di daerah masih jauh dari harapan.

Hingga berita ini diturunkan, baik Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai tindak lanjut proyek perbaikan tersebut.

 

 

Penulis: Abdul Khalim