PASURUAN, SUARARAKYAT62.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Peternak Telur Puyuh Sedang Tidak Baik- baik Saja, Harga Pakan Tinggi dan Daya Beli Masyarakat Menurun

Peternak telur puyuh di wilayah Purwodadi, Kabupaten Pasuruan mengeluhkan kondisi usaha yang kian tertekan akibat menurunnya daya beli masyarakat serta tingginya harga pakan.

 

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Mahrus, salah satu peternak telur puyuh di Purwodadi. Menurutnya, penurunan penjualan mulai terasa signifikan setelah momentum Lebaran.

 

“Setelah Lebaran daya beli masyarakat terus menurun. Harga telur semakin turun, sementara harga pakan tetap tinggi,” ujar Mahrus, Jumat (8/5/2026).

 

Berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), biaya produksi telur puyuh saat ini mencapai sekitar Rp24.000 per kilogram. Sementara harga jual di pasaran hanya berada pada kisaran Rp16.000 hingga Rp21.000 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, peternak terpaksa menjual produknya di bawah biaya produksi dan mengalami kerugian.

 

Jika dijual dengan harga tertinggi Rp21.000 per kilogram, peternak masih merugi sekitar Rp3.000 per kilogram. Sedangkan saat harga turun hingga Rp16.000 per kilogram, kerugian membengkak mencapai Rp8.000 per kilogram.

 

Selain harga jual yang anjlok, beban terbesar peternak berasal dari mahalnya harga pakan puyuh yang saat ini berada di kisaran Rp350.000 hingga Rp365.000 per sak.

 

Mahrus berharap pemerintah dapat hadir memberikan solusi konkret, salah satunya melalui subsidi harga pakan agar biaya produksi dapat ditekan dan usaha peternak tetap bertahan.

 

“Semurah-murahnya harga telur sebenarnya masih aman, asalkan harga pakan tidak mahal-mahal,” ungkapnya.

 

Para peternak berharap adanya kebijakan dari pemerintah untuk menstabilkan harga pakan dan menjaga keseimbangan harga jual telur puyuh agar peternak bisa memperoleh keuntungan yang layak dan berkelanjutan.

 

Penulis : Abdul Khalim