Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial ataupun agenda tahunan yang hanya dipenuhi simbol dan slogan politik. Lebih dari itu, momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi seluruh kader partai dan pemimpin bangsa untuk menghadirkan nilai-nilai perjuangan Sang Proklamator dalam kehidupan nyata melalui keberpihakan kepada rakyat kecil.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Zaini saat mengikuti ziarah dan doa bersama di Makam Bung Karno, Kota Blitar, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026 yang diikuti jajaran pengurus DPC, PAC, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan.
Menurut Zaini, Bung Karno bukan hanya tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga seorang pemikir besar yang mewariskan fondasi kebangsaan, semangat persatuan, dan cita-cita keadilan sosial yang hingga kini tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Esensi utama ziarah ini adalah mengingat kembali ajaran dan perjuangan Bung Karno. Jangan sampai nilai-nilai yang beliau wariskan hanya menjadi slogan yang diucapkan saat peringatan tertentu. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana ajaran itu diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengabdian kepada rakyat,” tegas Zaini, Minggu (07/06/2026).
Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Zaini menilai bahwa semangat perjuangan Bung Karno harus menjadi pedoman dalam setiap proses pembangunan daerah. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Ia mengatakan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Politik harus menjadi alat perjuangan rakyat. Pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka pertumbuhan, tetapi harus mampu menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Itulah yang selalu diajarkan Bung Karno kepada kita,” ujarnya.
Zaini juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali semangat marhaenisme di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, nilai gotong royong, nasionalisme, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil harus tetap menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Zaini turut menyoroti berbagai isu strategis yang saat ini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Pasuruan. Ia menyebut sektor pertanian, UMKM, lapangan kerja bagi generasi muda, pembangunan pedesaan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai agenda penting yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, industri, pariwisata, hingga UMKM. Namun potensi tersebut harus dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Pasuruan memiliki kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Kita ingin petani lebih sejahtera, UMKM semakin berkembang dan naik kelas, generasi muda mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas, serta masyarakat memperoleh pelayanan publik yang semakin baik. Jangan sampai kemajuan daerah hanya terlihat dari pembangunan fisik, sementara kesejahteraan rakyat belum sepenuhnya meningkat,” kata Zaini.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan perlindungan terhadap sektor pertanian serta lingkungan hidup. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai unsur pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, Zaini memastikan pihaknya akan terus mengawal berbagai kebijakan daerah agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.
“Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Semangat Bung Karno mengajarkan bahwa kekuasaan harus digunakan untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Karena itu, seluruh kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperkuat UMKM, serta menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,” tegasnya.
Kegiatan ziarah yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun diperingati oleh keluarga besar PDI Perjuangan. Bulan Juni memiliki makna historis yang sangat penting karena di dalamnya terdapat tiga momentum besar, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan Hari Wafat Bung Karno pada 21 Juni.
Melalui momentum tersebut, Muhammad Zaini berharap seluruh kader partai tidak hanya mengenang jasa-jasa Bung Karno, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai Trisakti, berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan ke dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Zaini, penghormatan terbaik kepada Bung Karno bukanlah sekadar mengenang sejarah perjuangannya, melainkan melanjutkan cita-cita besarnya dengan menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, dan pembangunan yang berpihak kepada kaum kecil. Karena itulah, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh kader dalam mengabdi kepada rakyat dan memastikan negara hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
(Yus)




