Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu. Mengantisipasi hal tersebut, Kapolsek Rambah Samo kembali mengajak seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Rambah Samo untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan karhutla.

Dalam apel kesiapsiagaan Karhutla yang digelar pada Kamis (24/7/2025), Kapolsek Rambah Samo, yang akrab disapa Ose, menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Apel ini mengusung tema “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita”, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dan mencegah bencana.

“Kami minta para Kades lebih aktif melakukan pengawasan dan penyuluhan di wilayahnya masing-masing. Karhutla tidak bisa dicegah sendiri, harus ada gerakan bersama,” tegas Ose dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang baik antar semua pihak menjadi kunci utama dalam pencegahan dini. Langkah deteksi cepat dan tindakan tegas terhadap pembakaran liar harus terus digalakkan.

Apel tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Camat Rambah Samo H. Amri Ahmad, S.Sos., M.Si, Ketua Apdesi Rambah Samo Muslim, SH, perwakilan TNI Serka Basridul, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan dari PT. SAI, PT. KSM, Bandara Tuanku Tambusai, dan para Kades dari 14 desa.
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam mewujudkan Rokan Hulu yang bebas karhutla.

“Pemerintah desa adalah garda terdepan. Kami berharap semangat ini tidak hanya saat apel, tapi benar-benar dijalankan di lapangan,” ujar Camat Rambah Samo, H. Amri Ahmad.
Dengan semakin tingginya risiko karhutla saat musim kemarau, sinergi antara polisi, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi hutan dan ruang hidup bersama. Harapan ke depan, wilayah Rambah Samo dapat menjadi contoh dalam penanganan dan pencegahan karhutla secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Pewarta ; Esra




