Morotai, SuaraRakyat62.com — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa Samurai (Solidaritas Aksi Mahasiswa Indonesia Maluku Utara) Morotai, Maluku Utara, berujung ricuh, Senin (4/8/2025). Massa aksi terlibat bentrok fisik dengan anggota Satpol PP di depan Kantor Bupati Morotai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Aksi Damai Berubah Baku Hantam, Samurai Kecam Tindakan Satpol PP

Kericuhan pecah sekitar pukul 10.20 WIT, ketika para mahasiswa berusaha membakar ban sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah. Spanduk yang dibentangkan bertuliskan kritik keras, seperti: “Petani Menderita, Pasar Terbengkalai, Bupati dan DPRD Miskin Ide, Polres Kalah Sama Oknum Pelecehan.”

Anggota Satpol PP yang bertugas membubarkan aksi terlibat saling dorong dengan mahasiswa. Situasi semakin memanas hingga terjadi baku hantam. Salah satu mahasiswa dilaporkan mengalami luka di bagian mulut akibat benturan keras.

Koordinator aksi, Rusman Jamal, mengecam keras tindakan aparat Satpol PP yang dianggap represif.

“Satpol PP salah paham dengan aksi kami. Membakar ban adalah simbol protes, tapi malah dianggap pelanggaran. Teman-teman kami jadi korban, ada yang berdarah karena dipukul,” ujar Rusman.

Menurut Rusman, pihaknya telah melaporkan insiden kekerasan ini ke Polres Morotai untuk diproses secara hukum. Ia menilai aparat tidak memahami bahwa unjuk rasa adalah bentuk penyampaian pendapat yang dijamin konstitusi.

Salah satu korban bentrokan, Julfan Umasangaji, mengaku dipukul dan diinjak oleh petugas.

“Saya dipukul sampai mulut berdarah, baju saya sobek, teman-teman juga kena tendang,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasatpol PP Morotai, Anwar Sabadar, membantah adanya tindakan represif. Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya berupaya menegur karena aksi membakar ban dinilai merusak fasilitas umum.

“Kami tidak memukul. Kami hanya menegur karena pembakaran ban itu dilarang. Kalau ingin menyampaikan aspirasi, silakan, tapi jangan merusak jalan,” jelas Anwar.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai “gesekan biasa” akibat ketegangan antara mahasiswa dan petugas saat pengamanan.

Beruntung, pihak Polres Morotai segera melerai bentrokan, sehingga suasana kembali kondusif. Meski begitu, kasus dugaan kekerasan oleh Satpol PP terhadap mahasiswa masih menjadi sorotan dan menunggu tindak lanjut aparat penegak hukum.

 

 

Pewarta ; Irjan_Nyong