SUARARAKYAT62, PEKANBARU – Praktik penggunaan judul clickbait di media online kembali menjadi sorotan. Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, MH., MT., BNSP., C.PCT, mengimbau seluruh pemimpin redaksi (Pemred) untuk menghentikan penggunaan judul yang menyesatkan demi mengejar jumlah klik (traffic).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Clickbait Dinilai Ancam Integritas Pers, Direktur PJC Minta Pemred Hentikan Judul Menyesatkan

Imbauan tersebut disampaikan Wahyudi saat berdiskusi bersama sejumlah pemimpin redaksi media di kediamannya di Kota Pekanbaru. Menurutnya, praktik clickbait telah mengancam integritas jurnalistik dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media massa.

“Kita tidak boleh menjebak masyarakat demi mengejar traffic atau jumlah klik. Clickbait adalah bentuk manipulasi informasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), karena pers berkewajiban menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk,” ujar Wahyudi.
Ia menjelaskan, clickbait merupakan teknik penyajian judul yang sengaja memancing rasa penasaran pembaca melalui kalimat bombastis, namun isi berita tidak memberikan informasi yang sesuai dengan ekspektasi yang dibangun oleh judul tersebut.

“Tindakan clickbait adalah bentuk pelanggaran moral profesional karena mencederai fungsi pers sebagai pilar edukasi dan penyampai kebenaran kepada khalayak luas,” tegasnya.

Menurut Wahyudi, dampak penggunaan clickbait tidak hanya merugikan pembaca, tetapi juga dapat memicu salah persepsi, kepanikan, hingga mempercepat penyebaran disinformasi di ruang publik.

“Ketika kepercayaan publik terhadap media runtuh akibat sering merasa tertipu oleh judul, maka ruang informasi masyarakat akan mudah disusupi oleh berita bohong atau hoaks,” katanya.

Ia menambahkan, clickbait merupakan pelanggaran etika yang serius karena mengabaikan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang jujur, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pers yang sehat harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, bukan di atas tipu daya judul yang provokatif,” tambah penulis sejumlah buku jurnalistik tersebut.

Melalui forum itu, Wahyudi juga mengajak seluruh Pemimpin Redaksi untuk memperketat proses penyuntingan berita serta memastikan setiap judul tetap selaras dengan substansi isi pemberitaan.

“Kita berharap media massa di Riau dan Indonesia pada umumnya dapat menjadi benteng kebenaran yang mengedepankan kualitas isi daripada sekadar sensasi demi keuntungan ekonomi sesaat,” tutupnya.
(PJC)