Gresik, SuaraRakyat62.com – Kepedulian masyarakat Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui pengiriman bantuan kemanusiaan senilai Rp250 juta. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik untuk selanjutnya disalurkan langsung kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut tidak hanya dikirim melalui jalur distribusi biasa. Relawan PMI Gresik turut diterjunkan untuk mengantarkan bantuan secara langsung ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk lokasi yang sulit dijangkau. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pelepasan tim relawan dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini dan Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir.
Saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai organisasi dan elemen masyarakat di Kabupaten Gresik.
Rinciannya, PMI Kabupaten Gresik menyumbang Rp82 juta, Baznas dan PGRI sebesar Rp100 juta, Korpri Rp50 juta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rp7 juta, serta TP PKK Gresik Rp11 juta.
“Total bantuan yang terkumpul Rp250 juta. Bantuan ini akan disalurkan langsung oleh relawan kepada para penerima manfaat,” ujar Yani.
Bantuan tersebut akan diarahkan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa, di antaranya Pulau Palue, Desa Nuateu, Kecamatan Paga, Kecamatan Lela, Kecamatan Bola, Kabupaten Nagekeo, serta sejumlah lokasi pengungsian seperti Gelora Samador dan Wureng.
Menurut Yani, bantuan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak, mulai dari kebutuhan logistik harian dan medis hingga mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di NTT dan menjadi keberkahan bagi seluruh donatur,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PMI Kabupaten Gresik, Ubed, mengatakan tim relawan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PMI NTT sebelum melakukan pendistribusian bantuan.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan serta menentukan jalur distribusi yang paling efektif.
Terlebih, sejumlah wilayah terdampak memiliki kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau. Karena itu, pemetaan lokasi dan koordinasi dengan relawan setempat menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan.
“Sinergi antara tim relawan PMI Kabupaten Gresik dan PMI di NTT menjadi kunci untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi terdampak,” pungkasnya.
Pengiriman bantuan ini sekaligus menunjukkan pentingnya gotong royong lintas elemen masyarakat dalam merespons kondisi darurat. Dengan keterlibatan relawan di lapangan, bantuan diharapkan tidak hanya tiba di wilayah terdampak, tetapi juga benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
(Suliani)




