Kuansing, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Provinsi Riau bersama Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi menggelar Apel Operasi PETI Kuantan 2025, Kamis pagi (31/7/2025), di bawah Jembatan Gantung Desa Seberang Taluk, Kabupaten Kuantan Singingi.

Apel ini dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, serta dihadiri unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten seperti Kajati Riau, Danrem 031/Wira Bima, Wakapolda Riau, Bupati Kuansing, dan jajaran pejabat utama Polda Riau.

Dalam sambutannya, Gubernur Wahid menyatakan tidak akan ada lagi toleransi bagi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang merusak lingkungan dan mengancam ekosistem sungai.
“Sungai adalah marwah kita. Tidak boleh ada lagi kompromi terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan, apalagi menjelang Pacu Jalur Nasional. Kita sepakat: PETI harus dihentikan!” tegas Wahid.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Riau tengah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi legal bagi masyarakat agar tetap bisa menambang secara sah dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebut Operasi PETI ini sebagai bagian dari pendekatan Green Policing , penegakan hukum yang ramah lingkungan dan berbasis kesadaran kolektif.
“Kami sudah berkoordinasi lintas provinsi, karena kerusakan lingkungan akibat PETI itu menembus batas-batas wilayah. Tiga fokus kami adalah: kerja bakti massal, pemantauan kualitas air, dan penguatan kamtibmas berbasis komunitas,” jelas Kapolda.

Tak hanya itu, Kapolda juga mengajak media untuk ikut membangun narasi positif dan literasi lingkungan bagi masyarakat luas.
“Riau ini sudah baik, nilai lingkungannya di angka 90. Kita ingin itu meningkat, tapi hanya bisa dicapai jika kita menjaga bersama,” tambahnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan plang larangan tambang ilegal di titik-titik rawan PETI, serta penanaman pohon secara simbolik di sepanjang daerah aliran sungai sebagai wujud komitmen perlindungan lingkungan.
Operasi PETI Kuantan 2025 akan berlangsung hingga perhelatan Festival Pacu Jalur Nasional pertengahan Agustus mendatang, sebagai bagian dari strategi menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung citra positif daerah.
Pewarta ; Esra
Sumber ; Humas Polda Riau




