Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tercatat masih stabil di kisaran Rp3.000 per kilogram. Harga ini terpantau di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) swasta di wilayah Ujung Batu, Tandun, Rambah Samo, hingga Kepenuhan.

Meski terjadi fluktuasi di pasar nasional, harga di tingkat petani Rohul belum menunjukkan kenaikan signifikan. Sejumlah petani mengaku masih menunggu peningkatan harga untuk menutupi biaya operasional kebun yang semakin besar.

“Sudah hampir dua minggu ini harga TBS di pabrik tempat kami jual masih di angka Rp3.000 per kilo. Belum ada perubahan, padahal kami berharap naik jelang Natal dan Tahun Baru,” kata Mulyadi, petani asal Desa Suka Maju, Ujung Batu, Sabtu (9/11/2025).
Berdasarkan data lapangan, berikut harga TBS terbaru di beberapa PKS pada Senin (10/11/2025):
- PT Sawit Asahan Indah (SAI): Rp2.970/kg,
- PT Karya Samo Mas (KSM): Rp3.090/kg,
- PT Sumatra Karya Agro (SKA): Rp3.140/kg
Kategori brondolan di PT Riau Sawit Mandiri (RSM):
- 80/20: Rp4.900/kg,
- 70/30: Rp4.750/kg,
- 60/40: Rp4.450/kg,
- 50/50: Rp3.950/kg,
- Tenera 100: Rp3.310/kg,
- Plasma 80/20: Rp3.210/kg,
- Tenera 60/40: Rp3.160/kg dan
- Lokal: Rp3.110/kg
Sementara di tingkat ram atau peron sawit, harga rata-rata masih berkisar Rp2.700/kg.

Pengamat ekonomi daerah menilai, harga Rp3.000/kg masih lebih baik dibanding awal tahun lalu yang sempat turun hingga Rp2.500/kg. Namun, pengawasan terhadap penetapan harga dinilai perlu diperketat agar sesuai ketentuan tim penetapan harga provinsi.
Petani Rohul berharap harga TBS bisa kembali naik menjelang akhir tahun, seiring meningkatnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) di pasar global.
(Esra/SuaraRakyat)




