Kediri, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Kediri mulai menyiapkan rencana pembangunan hotel haji yang diusulkan menjadi yang pertama di Indonesia. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito meninjau langsung lahan seluas 55.000 meter persegi di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Selasa (21/7/2026).

Lahan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan hotel haji yang nantinya dapat mendukung rencana Bandara Dhoho sebagai salah satu embarkasi haji untuk wilayah Mataraman.
Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito didampingi jajaran Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Lahan seluas 55.000 meter persegi. Kalau nanti disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah, itu akan dijadikan hotel haji,” ujar Mas Dhito.
Lokasi lahan berada tidak jauh dari Bandara Dhoho. Untuk melihat kondisi kawasan secara lebih menyeluruh, Mas Dhito juga melakukan pemantauan menggunakan drone.
Dari hasil peninjauan, sejumlah infrastruktur pendukung masih perlu mendapat perhatian. Di antaranya pelebaran akses jalan menuju lokasi serta penambahan fasilitas penerangan jalan. Pembenahan infrastruktur tersebut dinilai penting apabila rencana pembangunan hotel haji nantinya mendapat persetujuan dan direalisasikan.
Namun, Mas Dhito menegaskan bahwa pembangunan hotel haji tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji. Ia meminta agar keberadaan bangunan tersebut tetap memberikan manfaat setelah musim haji berakhir.
Menurutnya, hotel harus dirancang agar dapat dimanfaatkan secara produktif sepanjang tahun sehingga keberadaannya mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Harus dipikirkan juga di luar musim haji supaya tidak hanya sekadar bangunan yang berdiri melayani musim haji. Begitu musim haji selesai, bangunan itu juga harus tetap bermanfaat,” kata Mas Dhito.
Rencana pembangunan hotel haji tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan infrastruktur pendukung apabila Bandara Dhoho nantinya resmi ditetapkan sebagai salah satu embarkasi haji.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji di Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli 2026, Bandara Dhoho disebut sebagai salah satu opsi untuk mendukung layanan keberangkatan jamaah haji.
Apabila rencana tersebut terealisasi, Bandara Dhoho diproyeksikan dapat melayani jamaah haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di wilayah Mataraman.
Dengan demikian, keberadaan hotel haji di sekitar kawasan Bandara Dhoho diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan layanan jamaah haji, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata, jasa, dan perekonomian daerah.
Meski demikian, rencana pembangunan hotel tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Haji dan Umrah. Pemerintah Kabupaten Kediri akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung apabila rencana tersebut dapat direalisasikan.
(Red)




