ROKAN HULU, SUARARAKYAT62 – Ketua PUK F.SPPP-KSPSI, Andi Nasution, mengaku kesal terhadap sikap perusahaan yang dinilainya kerap membenturkan sesama buruh, meski jalinan silaturahmi antarpekerja selama ini telah terjalin dengan baik dan harmonis, Senin(2/2/2026).

Hal tersebut disampaikan Andi Nasution menyusul terjadinya konflik (chaos) antara pihak perusahaan dengan dua serikat pekerja yang berbeda dalam beberapa bulan terakhir yaitu PT.MAN, PT.MIS dan PT.SKA.
Menurut Andi, konflik tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila perusahaan bersikap bijak dan profesional dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan. Ia menilai, perusahaan justru terkesan memanfaatkan perbedaan serikat untuk melemahkan posisi buruh.
“Hubungan antarburuh selama ini baik-baik saja. Kami saling mengenal dan menjalin silaturahmi sejak lama. Tapi ketika perusahaan masuk dengan kebijakan yang tidak adil, buruh justru dibenturkan satu sama lain,” tegas Andi.
Ia mengingatkan agar perusahaan tidak hanya memikirkan keuntungan semata, namun juga mempertimbangkan dampak sosial yang dapat timbul akibat konflik di lingkungan kerja.
“Kalau sesama buruh terus diadu, dampaknya bukan hanya di dalam perusahaan, tapi juga ke masyarakat luas. Ini bisa memicu konflik sosial yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Nasution juga meminta pemerintah, khususnya instansi terkait di bidang ketenagakerjaan, untuk tidak tutup mata dan segera mengambil peran aktif dalam menyelesaikan konflik tersebut.
“Pemerintah harus hadir sebagai penengah. Jangan biarkan konflik perburuhan berlarut-larut karena ini menyangkut stabilitas sosial dan kesejahteraan pekerja,” katanya.
Ia berharap ke depan perusahaan dapat membangun komunikasi yang sehat dan transparan dengan seluruh serikat pekerja, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.
(Esra)




