Ngawi, SuaraRakyat62.com – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di bawah umur. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kecelakaan bahkan dilaporkan menyebabkan korban meninggal dunia.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ngawi, terutama karena sebagian kasus melibatkan pelajar yang belum memenuhi usia untuk mengendarai kendaraan bermotor.
Bupati Ony menilai, membaiknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Ngawi seharusnya dimanfaatkan masyarakat untuk berkendara dengan aman dan nyaman. Namun, ia menyayangkan masih adanya pengendara yang justru memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi hingga berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami prihatin. Ketika jalan sudah semakin mulus, tidak digunakan dengan baik, tetapi malah dipakai kebut-kebutan di jalan,” kata Bupati Ony, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan pada dasarnya ditujukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas. Karena itu, kondisi jalan yang semakin baik tidak seharusnya diikuti dengan perilaku berkendara yang berisiko.
“Tetapi kemudian menjadi nelangsa ketika justru banyak kasus kecelakaan,” ujarnya.
Untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur, Bupati Ony juga mengimbau para orang tua agar lebih bijaksana dalam memberikan akses kendaraan bermotor kepada anak-anak mereka.
Ia menegaskan, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak tidak mengendarai sepeda motor sebelum memenuhi ketentuan usia dan memiliki kesiapan dalam berkendara.
Pemkab Ngawi, lanjutnya, juga berencana menyusun regulasi yang mengatur larangan bagi anak berusia di bawah 17 tahun untuk mengendarai sepeda motor.
“Nantinya kami akan membuat regulasi. Tidak ada alasan apa pun bagi anak-anak yang usianya kurang dari 17 tahun membawa sepeda motor,” tegasnya.
Menurut Bupati Ony, rencana regulasi tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan yang belakangan banyak melibatkan pelajar.
Namun, ia menekankan bahwa regulasi saja tidak cukup. Diperlukan kesadaran dan pengawasan dari keluarga, khususnya orang tua, agar aturan tersebut dapat berjalan efektif.
Bupati Ony pun meminta para orang tua untuk bersikap tegas dan tidak memberikan izin kepada anak yang belum memenuhi persyaratan usia untuk mengendarai sepeda motor.
“Kita harus tegas sebagai orang tua. Anak yang belum dewasa belum bisa berpikir panjang. Yang terpenting adalah keselamatan mereka,” tandasnya.
Pemkab Ngawi berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan, khususnya yang melibatkan anak-anak dan pelajar.
(Pr)




