Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi di Desa Jeruk, Kecamatan Kraton, menuai keluhan para petani. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan untuk musim tanam tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh HM, Ketua Gapoktan Desa Jeruk, saat berdiskusi dengan Kepala Desa Jeruk, Achmad Fuad, di Balai Desa pada Selasa pagi (1/7/2025).
“Idealnya kami menerima 20 ton Urea, dan masing-masing 13 ton untuk NP1 dan NP2. Tapi kenyataannya, hanya datang 13 ton Urea, 10 ton NP1, dan 4 ton NP2,” kata HM.
Namun, HIS, pemilik kios pupuk resmi yang melayani wilayah Desa Jeruk dan Slambrit, memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, pengambilan pupuk oleh Gapoktan tidak maksimal karena keterbatasan tempat penyimpanan. Selain itu, banyak petani lebih memilih membeli langsung ke kios.
“Banyak petani mengaku kesulitan bertemu Pak HM, karena beliau sering di sawah. Akhirnya mereka datang langsung ke kios membawa KTP sesuai data RDKK,” jelas HIS.

Sementara itu, Yantono, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kraton, menilai permasalahan ini terjadi akibat kurangnya komunikasi antara pihak kios, Gapoktan, dan petani.
“Kami sudah undang Pak HM dan pemilik kios ke Balai Penyuluhan hari Kamis (3/7) untuk mencarikan solusi terbaik agar distribusi pupuk berjalan lancar,” ungkap Yantono.
Petani berharap agar distribusi pupuk kembali normal dan sesuai dengan RDKK yang telah disusun bersama. Mereka khawatir, jika kelangkaan ini terus terjadi, produktivitas pertanian akan terganggu, dan cita-cita ketahanan pangan nasional sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto bisa terancam.
Penulis ; Abdul Khalim




