Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Umbulan Park, destinasi wisata yang digadang-gadang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Pasuruan, kini justru menyedot perhatian karena kondisinya yang mengenaskan. Proyek yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dari APBN itu tampak terbengkalai, rusak, dan nyaris tak terurus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Umbulan Park Rusak Parah Aktivis Desak Audit dan Transparansi, Dugaan Adanya Korupsi Terendus

Pantauan tim investigasi SuaraRakyat62.com, Rabu (06/08/2025), fasilitas umum seperti kolam renang, taman, dan bangunan utama mengalami kerusakan cukup serius. Air kolam berwarna hijau keruh, rumput liar tumbuh tak beraturan, serta bangunan tampak lapuk tanpa pengelolaan yang layak. Tak satu pun petugas terlihat menjaga kawasan wisata tersebut.

Sekretaris Desa Umbulan, Lukman, saat dikonfirmasi Rabu (6/8/2025), mengaku bahwa kerusakan telah terjadi sejak sebulan terakhir. Meski begitu, ia mengatakan bahwa Umbulan Park belum resmi ditutup, dan masih ada beberapa pengunjung yang datang saat akhir pekan.

“Sudah sebulan rusak, tapi Sabtu-Minggu masih ada yang datang meskipun tidak ramai,” jelasnya.

Lukman juga menegaskan bahwa Umbulan Park bukan tanggung jawab Pemerintah Desa Umbulan. Proyek tersebut merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan sejak awal, pihak desa menolak pelimpahan pengelolaan.

“Dulu waktu mau diserahkan ke desa, kami tolak. Karena pembangunan awalnya tidak sesuai site plan. Kami tidak mau ambil risiko. Apalagi sampai sekarang BUMDes juga belum terbentuk,” tambah Lukman.

Sebelumnya, pihak Kementerian PUPR menyatakan bahwa proyek ini telah selesai dioptimalisasi. Any Virgyani, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur menyebutkan, optimalisasi termasuk penambahan filter kolam dan peneduh, dengan total anggaran sekitar Rp1 miliar.

“Optimalisasi Umbulan Park sudah selesai. Saat ini sudah bisa digunakan,” ujarnya pada 23 Oktober 2021, dikutip dari Radar Bromo.

Namun kenyataan di lapangan jauh dari pernyataan tersebut. Fasilitas seperti musala, waterboom, seluncuran, hingga jaringan listrik kini tampak rusak dan tidak berfungsi.

Kondisi ini menuai kritik tajam dari aktivis sosial dan lingkungan. Achmad, S.Sos, pemerhati pariwisata, menilai proyek ini gagal sejak tahap perencanaan.

“Ini jelas proyek gagal. Dana besar keluar tapi tidak ada manfaat untuk rakyat. Pemerintah harus bertanggung jawab dan buka transparansi penggunaan anggaran,” tegasnya.

Senada, HM Iswanto dari DPC Gerah Pasuruan menyebut bahwa ini bisa menjadi contoh nyata kegagalan birokrasi.

“Kalau proyek seperti ini terus dibiarkan, bisa jadi preseden buruk. Harus ada penyelidikan. Jangan sampai ini jadi lahan pemborosan atau bahkan korupsi terselubung,” ujarnya.

Umbulan Park seharusnya menjadi sumber pendapatan dan pusat ekonomi kreatif bagi warga sekitar. Namun karena buruknya koordinasi, lemahnya pengawasan, dan status aset yang tak jelas, proyek ini justru menjadi beban. Pemerintah Provinsi dan instansi terkait harus segera turun tangan, sebelum kerusakan semakin parah dan dana rakyat benar-benar terbuang sia-sia.

 

Tim