Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek memperkuat pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 guna mengantisipasi lonjakan arus mudik sekaligus meningkatnya aktivitas wisata di sejumlah wilayah.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga berbagai unsur relawan agar masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dan menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak jauh hari dengan memetakan sejumlah potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama periode libur Lebaran.
“Sebelumnya kita sudah mendahului dengan rapat-rapat dan memetakan beberapa potensi kerawanan maupun titik yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan,” ujar Mas Ipin, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, perhatian utama difokuskan pada beberapa wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Di antaranya kawasan perkotaan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas, jalur wisata Watulimo yang diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan, serta jalur rawan longsor di Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo, khususnya di wilayah Kecamatan Tugu.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Trenggalek telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum bersama Satuan Lalu Lintas untuk melakukan pemetaan terhadap ruas jalan yang belum dalam kondisi optimal. Upaya penanganan terbatas akan dilakukan agar jalur mudik dan arus balik dapat dilalui dengan lebih lancar dan aman.
Sementara itu, Polres Trenggalek juga menyiapkan tiga pos pengamanan utama dan satu pos pantau yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Pos pengamanan tersebut berada di pintu masuk arah Tulungagung–Trenggalek–Ponorogo, kawasan pusat kota, serta kawasan wisata Watulimo yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur Lebaran.
Sedangkan pos pantau ditempatkan di wilayah Tugu menuju Ponorogo, kawasan yang sebelumnya sempat terdampak longsor dan membutuhkan pengawasan khusus.
“Wilayah Tugu tetap dipantau agar bisa membantu kelancaran arus mudik maupun arus balik,” jelas Mas Ipin.
Selain itu, Pemkab Trenggalek juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar sejumlah rest area di jalur tertentu tidak difungsikan sementara sebagai lokasi wisata selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga ruang gerak petugas apabila terjadi situasi darurat di jalur utama.
“Karena jalannya satu arah dan kami khawatir jika terjadi kepadatan disertai kondisi darurat, maka ruang gerak petugas harus tetap tersedia,” imbuh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek tersebut.
Dalam pengamanan Lebaran tahun ini, kesiapsiagaan tidak hanya melibatkan aparat keamanan, tetapi juga melibatkan tenaga medis, BPBD, Basarnas, relawan komunitas, hingga radio komunikasi masyarakat sebagai bagian dari sistem respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Mas Ipin juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama perjalanan serta memanfaatkan layanan darurat apabila menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Jika terjadi kedaruratan terkait keamanan maupun keselamatan, masyarakat bisa menghubungi call center 110 atau 119,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta partisipasi masyarakat, Pemkab Trenggalek berharap arus mudik dan libur Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh ketenangan bersama keluarga.
(Yoyok)




