Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com — Proyek rehabilitasi SDN 012 Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, yang menelan anggaran sebesar Rp1,23 miliar dari APBN, kini menuai sorotan tajam. Proyek yang mencakup pembangunan ruang kelas, ruang administrasi, UKS, serta toilet guru dan siswa itu diduga dikerjakan asal jadi dan tidak memperhatikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Hasil pantauan di lapangan pada Sabtu, (11/10/2025) menunjukkan, sejumlah pekerja proyek terlihat mengabaikan keselamatan kerja. Mereka bekerja tanpa mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan, sepatu proyek, dan rompi kerja, bahkan sebagian hanya mengenakan sandal jepit di area konstruksi yang berisiko tinggi.

Tak hanya itu, kualitas pengerjaan juga dinilai tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sejumlah bagian bangunan tampak dikerjakan secara asal-asalan, mulai dari adukan semen tipis hingga penggunaan material yang diduga berkualitas rendah.
Kondisi ini memicu keprihatinan warga setempat yang meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Pendidikan Rokan Hulu segera turun tangan meninjau proyek tersebut.
“Jangan sampai dana besar dari APBN disalahgunakan. Harus ada pengawasan dan tindakan tegas bila ditemukan pelanggaran,” tegas salah seorang warga Ujung Batu yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, upaya media SuaraRakyat62.com untuk mengonfirmasi pihak sekolah tidak membuahkan hasil. Kepala SDN 012 Ujung Batu disebut tidak berada di tempat saat didatangi, dan enggan dihubungi melalui telepon. Bahkan, guru di sekolah menolak memberikan nomor pribadi kepala sekolah dengan alasan tidak berani tanpa izin.
Upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan singkat juga tidak direspons hingga berita ini diterbitkan. Sikap tertutup ini menimbulkan dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan uang negara tersebut.

“Kalau proyeknya benar dan transparan, kenapa harus sulit dikonfirmasi? Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar salah satu tokoh masyarakat Ujung Batu.
Proyek senilai Rp1,23 miliar ini sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di SDN 012 Ujung Batu. Namun, jika pengerjaannya dilakukan asal-asalan dan tidak sesuai aturan, hasilnya justru dapat merugikan negara serta membahayakan keselamatan pengguna bangunan.
Masyarakat berharap, pihak berwenang segera melakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh agar dugaan penyimpangan ini bisa segera terungkap secara transparan dan akuntabel.
Pewarta; Esra




