Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com
Nilai-nilai kebangsaan yang terangkum dalam Empat Pilar kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan menjawab tantangan zaman. Hal itu disampaikan oleh Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kota Pasuruan pada Jumat (30/05/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Empat Pilar dan Koperasi Merah Putih,  Kompas Ekonomi Bangsa

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pilar-pilar ini pertama kali dirumuskan secara sistematis oleh almarhum Taufiq Kiemas, tokoh nasional dan mantan Ketua MPR RI periode 2009–2014.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mufti Anam menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut adalah panduan utama dalam membangun kehidupan berbangsa yang berkeadilan, bersatu, dan berkepribadian.

“Empat Pilar ini adalah kompas bangsa. Di tengah berbagai tantangan, mulai dari pandemi hingga krisis global, pilar-pilar ini menjadi penuntun kita dalam menjaga keutuhan dan kemajuan Indonesia,” ujar Mufti.

Tak hanya membahas ideologi dan kebangsaan, Mufti juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menjelaskan program strategis Koperasi Merah Putih yang sedang digencarkan Pemerintah didukung oleh PDI Perjuangan, sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, terutama di pedesaan.

“Koperasi Merah Putih adalah bentuk gotong royong ekonomi. Ini adalah jalan untuk memperkuat struktur ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Target Presiden Prabowo melalui Kementerian Koperasi menargetkan terbentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Inilah alat kemandirian rakyat,” ungkapnya.

Program koperasi tersebut diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi rakyat yang tahan terhadap guncangan pasar dan krisis global. Dengan mengedepankan asas solidaritas dan produksi lokal, koperasi diyakini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat akar rumput.

Kader Banteng Kota Pasuruan

“PDI Perjuangan tidak hanya bicara ideologi, tapi juga aksi nyata untuk rakyat. Dengan koperasi, desa-desa tidak perlu lagi tergantung pada kekuatan ekonomi luar. Mereka bisa berdiri sendiri, sejahtera bersama,” tegas Mufti.

Sosialisasi ini dihadiri oleh jajaran struktural PDI Perjuangan Kota Pasuruan, mulai dari DPC, PAC, ranting, badan-badan partai serta perwakilan masyarakat lintas elemen seperti santri, pemuda, pelaku usaha, dan tokoh perempuan. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan dan ekonomi kerakyatan dalam satu tarikan napas perjuangan.

 

Pewarta ; Moel