Madiun, SuaraRakyat62.com – Pabrik Gula (PG) Pagotan di Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap keterbukaan dan edukasi publik. Melalui kunjungan langsung dari pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) pada Rabu (18/6/2025), PG Pagotan membuka akses bagi petani dan masyarakat untuk melihat langsung proses penggilingan tebu hingga produksi gula.

General Manager PG Pagotan, Rahadi Kuncoro, S.TP., menyatakan bahwa pabriknya selalu siap menerima kunjungan dari masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi.
“Kami ingin masyarakat, khususnya petani tebu, melihat langsung bagaimana tebu mereka diolah. Ini penting agar mereka memahami kualitas produk dan proses kerja kami,” ujar Rahadi.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi membangun kemitraan jangka panjang antara pabrik dan petani lokal. Sebagian besar bahan baku tebu yang diolah di PG Pagotan memang berasal dari wilayah sekitar.
“Kami bukan hanya pabrik, tapi mitra petani. Tanpa tebu dari mereka, produksi tak akan berjalan. Maka, keterbukaan ini adalah wujud penghargaan kami atas kontribusi para petani,” imbuhnya.
Kegiatan ini turut melibatkan para petani dari berbagai desa di sekitar pabrik. Mereka tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga berdialog langsung dengan pihak manajemen mengenai kualitas gula dan perbaikan sistem kemitraan ke depan.

Dengan adanya program keterbukaan seperti ini, Rahadi berharap hubungan PG Pagotan dengan masyarakat dan stakeholder semakin erat.
“Kami ingin jadi motor penggerak ekonomi lokal, bukan hanya memproduksi gula, tapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, baik langsung maupun tidak langsung,” pungkasnya.
Kunjungan ini disambut antusias oleh petani. Banyak dari mereka merasa dihargai dan mendapatkan pemahaman baru tentang proses industri gula yang selama ini hanya mereka lihat dari luar.
PG Pagotan terus berupaya menjaga kualitas dan transparansi sebagai bagian dari tanggung jawab sosial serta dorongan peningkatan ekonomi lokal berbasis kemitraan.
Pewarta ; Puryadi




