Pasuruan, SuaraRakyat62.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IPSI Kota Pasuruan Klarifikasi Pungutan Biaya Pendaftaran Kejuaraan Pencak Silat "Madinah Van Java Championship 2025"

Kejuaraan pencak silat “Madinah Van Java Championship 2025” yang berlangsung pada 3–5 Oktober 2025 di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, telah menjadi sorotan publik. Acara perdana yang memperebutkan Piala Wali Kota Pasuruan dan Dandim 0819 Pasuruan ini melibatkan 915 atlet dari 88 kontingen kota/kabupaten se-Jawa Timur dan Bali.

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan, di bawah kepemimpinan Farid Misbah, bertanggung jawab secara teknis atas penyelenggaraan kegiatan ini. Namun, adanya pungutan biaya pendaftaran yang mencapai ratusan ribu rupiah per atlet telah memicu kritik dari berbagai pihak.

Rincian biaya pendaftaran yang dikenakan kepada setiap peserta adalah sebagai berikut:

– Kategori tanding, tunggal, dan solo kreatif: Rp300.000
– Kategori ganda: Rp500.000
– Kategori regu: Rp700.000

Dengan total 915 peserta, diperkirakan dana yang terkumpul dari pungutan tersebut mencapai lebih dari Rp300 juta. Aktivis Pasuruan, Iswanto, menyoroti pentingnya transparansi anggaran oleh IPSI sebagai penyelenggara.

Menanggapi hal ini, Ketua IPSI Kota Pasuruan, Farid Misbah, memberikan klarifikasi pada  selasa malam 7-Oktober-2025 bahwa besaran uang pendaftaran, hadiah bagi para pemenang dan syarat-syaratnya telah tercantum dalam proposal yang disusun oleh pihak ketiga, yaitu Event Organizer (EO). Dalam keterangannya, Farid Misbah menyatakan bahwa seluruh anggaran menjadi tanggung jawab EO sesuai dengan Memorandum of Understanding (MOU) yang telah disepakati sebelumnya.

“IPSI tidak menerima anggaran sepeser pun untuk acara ini, dan kegiatan ini tidak menggunakan APBD maupun dana dari KONI. Tujuan utama kami mengadakan event ini adalah untuk memajukan Pasuruan dan memberikan wadah bagi atlet muda pencak silat untuk menunjukkan bakat mereka. Ini adalah event pertama kali diadakan di Kota Pasuruan,” ujar Farid Misbah.

Iswanto  menyoroti bahwa klarifikasi ini adalah langkah yang baik, namun diperlukan tindakan lebih lanjut untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. EO diharapkan dapat memberikan laporan keuangan yang terperinci. Selain itu, evaluasi terhadap biaya pendaftaran dan alternatif sumber pendanaan juga perlu dipertimbangkan.

Dengan adanya transparansi, akuntabilitas, dan evaluasi yang berkelanjutan, diharapkan kejuaraan ini dapat menjadi contoh penyelenggaraan acara olahraga yang profesional dan bertanggung jawab.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pengelolaan anggaran dalam kejuaraan “Madinah Van Java Championship 2025” dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat

Pewarta- Apn/ TimSR62