
ACEH TAMIANG, SUARARAKYAT62.COM
Di tengah lumpur dan puing sisa banjir bandang yang masih menyisakan trauma, kebutuhan paling mendesak warga pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya terjawab. Satuan Tugas Prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP/2 Kostrad menyalurkan air bersih ke sejumlah posko pengungsian.pada Minggu (04/01/2026).
Menggunakan alat zeni andalan berupa mobil Reverse Osmosis (RO), prajurit TNI mengolah air di sekitar lokasi bencana menjadi air layak konsumsi. Teknologi ini menjadi penopang vital di saat akses air bersih lumpuh dan warga harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Bagi para pengungsi, air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tetapi penentu kesehatan di tengah situasi darurat. Distribusi air dari Satgas Yonzipur 10 ini menjadi napas lega, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang selama berhari-hari hidup di pengungsian.
Komandan Satgas Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, Letkol Czi Amito Surya Mutiara, menegaskan bahwa kehadiran prajurit di lokasi bencana adalah bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyatnya.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar pascabencana. Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan air layak konsumsi, terutama di pengungsian. Selama masih dibutuhkan, Satgas akan terus membantu dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait,” tegas Letkol Amito.
Kehadiran prajurit Kostrad tidak berhenti pada pembersihan material sisa banjir. Di lapangan, mereka memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir di saat rakyat paling membutuhkan.
Warga berharap, bantuan seperti ini terus berlanjut hingga infrastruktur pulih dan pemerintah daerah mampu kembali menjamin akses air bersih secara normal. Bagi pengungsi Aceh Tamiang, air bersih hari ini adalah harapan untuk bertahan dan bangkit.
Penulis : Abdul Khalim
Sumber : Yonzipur 10/JP/2/Kostrad




