Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Jaringan Warga Peduli Sosial (Jawapes) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Melalui program tahunan “Berbagi Kasih”, sebanyak empat ekor kambing kurban disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk kaum duafa, fakir miskin, yatim piatu, serta kalangan jurnalis dan LSM.

Kegiatan tersebut dipusatkan di sekretariat DPD Jawapes di Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (7/6/2025). Ketua DPD Jawapes Jawa Timur, H. Sugeng Samiadji atau yang akrab disapa Cak Kaji, memimpin langsung proses penyaluran daging kurban yang telah dikemas secara rapi dalam bentuk bingkisan.

“Empat ekor kambing kami sembelih, kemudian dagingnya kami potong dan kemas untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar dan rekan-rekan pegiat sosial serta media. Ini bukan hanya soal berbagi daging, tapi berbagi kasih dan kepedulian,” ujar H. Samiadji.
Proses penyembelihan dan distribusi dilakukan dengan melibatkan panitia kecil. Sebagian daging juga dimasak menjadi gule dan sate, yang kemudian disantap bersama sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.

Menurut Samiadji, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran LSM dan jurnalis di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pengawas dan penyampai aspirasi, tetapi juga sebagai mitra sosial yang berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
“Kami ingin membuktikan bahwa LSM dan media bukan hanya bicara di atas podium atau di lembaran berita, tapi juga turun langsung menyentuh masyarakat. Kurban ini adalah jembatan mempererat empati dan solidaritas,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direksi Media SuaraRakyat62.com, Achmad, S.Ip, turut mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh H. Sugeng Samiadji. Ia menilai bahwa kegiatan ini mampu menjadi perekat hubungan antar insan pers dan aktivis sosial di wilayah Pasuruan.

“Tradisi tahunan ini penting untuk terus dilestarikan. Kami bersyukur melihat rekan-rekan media dan NGO tetap guyub rukun. Jangan sampai ada perpecahan karena ego sektoral atau saling lapor. Semua masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah dan hati yang lapang,” ujar Achmad.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga hubungan kemanusiaan dan tidak terjebak pada sikap merasa paling benar atau paling kuat yang justru memecah belah solidaritas.

“Idul Adha adalah momentum refleksi spiritual dan sosial. Mari kita rawat persaudaraan ini, karena nilai kemanusiaan lebih tinggi dari sekadar perbedaan profesi dan pandangan,” tutupnya.
Dengan semangat kurban dan persatuan, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa kekuatan masyarakat sipil terletak pada kepedulian dan kebersamaan, bukan pada perseteruan dan arogansi. Jawapes dan para jurnalis di Pasuruan telah membuktikan bahwa kerja sosial tak harus menunggu anggaran besar, tapi cukup dimulai dengan hati yang peduli.
Penulis ; Abdul Khalim




