
Pasuruan, Suararakyat62.com
Jalan raya Kraton-Kebonagung Kota Pasuruan menjadi topik hangat di berbagai grup WhatsApp yang diikuti aktivis, NGO, dan jurnalis pada Minggu (10/5/2026). Permasalahan muncul setelah berulang kali terjadi gangguan lalu lintas dan kecelakaan akibat pengalihan jalur akibat rehabilitasi jembatan Kali Gembong Bok Wedi Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul.
Sebelum adanya pengalihan rute, jalan ini dikenal sebagai jalur yang aman dan nyaman bagi warga lokal tidak pernah menjadi sumber masalah serius. Namun kini, jalan yang sempit dipaksa menjadi laluan bagi kendaraan besar seperti truk dan bus, membuat kondisi semakin tidak menguntungkan dan telah menimbulkan beberapa kasus kecelakaan, bahkan dengan korban jiwa.
Salah satu anggota grup WA yang sering berbagi informasi terkait lalu lintas menyampaikan.
“Sekilas Info
Kejadian laka di jalan Gatot Subroto (alias jalan Kraton-Kebonagung) kembali terjadi, diduga akibat pengalihan kendaraan ke jalan alternatif ini membuat korban semakin bertambah.
Akankah ada tindakan dari dinas propinsi? Ataukah hanya sebuah musibah yang dianggap takdir?
Piye petugas……..ššāļø?”*
Komentar tersebut langsung menjadi sorotan dan memicu banyak tanggapan dari anggota grup lain. Beberapa mengungkapkan kekhawatiran mendalam, sementara yang lain menyampaikan rasa tidak puas dengan kondisi yang terus berlangsung tanpa solusi yang jelas.

Pembicaraan menjadi semakin hangat setelah muncul komentar langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan dalam grup:
“Pak @āØKadis Andri Dishubā© Gmn jalur maut kebonagung kraton memakan korban lagi, kemarin pasutri dari Krapyak meninggal di tempat, tadi malam ada lagi kecelakaan tunggal. Semua dampak pengalihan dua jalur jalan yang tidak diatur dengan baik. Beberapa hari lalu juga ada korban. Harus nunggu berapa korban lagi agar ada tindakan atau solusi?”
Komentar ini langsung mendapatkan dukungan dari anggota grup lain,
“Benar Pak Andri, kejadian seperti ini sudah berulang kali. Sebelum ada pengalihan, jalan ini benar-benar aman. Sekarang kita harus selalu waspada setiap kali mau lewat.”
<span;>”Sudah tiga korban meninggal dalam waktu dua minggu terakhir. Ini bukan masalah kecil lagi Pak, harus ada solusi yang cepat dan tepat.”
Saat tim awak media SuararakyT62.com melakukan konfirmasi melalui WhatsApp, Setelah beberapa waktu tidak memberikan tanggapan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto, S.Si.T., MM, akhirnya merespons melalui pesan WhatsApp:
“Waalaikum salam, secepatnya diagendakan rapat evaluasi bersama, antisipasi titik-titik rawan laka selama pengalihan arus lalu lintas pasca pembangunan jembatan Bok Wedi š”
Tanggapan ini menjadi angin segar bagi warga yang telah lama menunggu respon dari pihak dinas.
Ys (35 tahun), salah satu warga yang sering melintas melalui jalan tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya
“Saya sering melihat truk-truk besar kesusahan saat mau belok atau melewati tikungan. Kadang mereka terpaksa melaju dengan kecepatan yang tidak sesuai kondisi jalan, membuat kami yang lewat jadi sangat khawatir. Kalau bisa ada aturan khusus untuk kendaraan besar agar tidak lagi melintas di jalan kecil iniĀ jauh lebih baik mereka menggunakan jalur tol saja,” ucapnya.
Di antara diskusi yang terjadi di grup WA, banyak yang bertanya-tanya mengapa tidak ada alternatif lain yang lebih baik. Beberapa warga menyampaikan bahwa pengalihan rute memang diperlukan untuk pembangunan jembatan, namun seharusnya ada pengaturan yang lebih matang agar tidak membuat jalan sempit menjadi lebih padat dan berbahaya.
“Jalan ini tidak dirancang untuk melayani kendaraan besar dengan lalu lintas dua arah. Kalau memang ada kebutuhan, seharusnya ada pembatasan agar hanya kendaraan kecil yang boleh lewat. Kendaraan besar bisa menggunakan jalur tol yang lebih aman dan nyaman, bukan membuat jalan kecil kita jadi lebih ramai dan berbahaya,” ujar salah seorang anggota grup.
Kondisi jalan yang semakin sempit dan seringnya terjadinya kecelakaan membuat warga semakin khawatir. Padahal sebelum adanya pengalihan, tidak ada masalah besar yang terjadi di jalan tersebut. Banyak yang berharap agar pihak terkaitĀ baik dari dinas kota maupun propinsi bisa segera memberikan solusi yang lebih baik, salah satunya dengan mengarahkan kendaraan besar ke jalur tol yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.
Yus 501/ Red




