Madiun, SuaraRakyat62.com – Jembatan di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun yang dibangun dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024, kini kondisinya sudah ambrol dan tidak bisa dilalui. Proyek yang baru saja selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu itu kini memicu sorotan tajam dari LSM “MANTRA”.

Ketua LSM MANTRA, inisial Sb, S.Sos, dalam keterangannya kepada Suararakyat62.com, menilai proyek tersebut sebagai bentuk kegagalan total dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Jembatan ini baru selesai dibangun, tapi sudah ambrol. Ini jelas pemborosan anggaran dan membahayakan keselamatan masyarakat,” tegas Sb di kantornya, Senin (26/05/2025).
Dari hasil pantauan di lapangan, Sb menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut diduga tidak memiliki lantai dasar yang memadai dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan.
“Struktur jembatannya lemah. Kalau pun alasannya karena bencana alam, seharusnya sejak awal sudah dilakukan kajian terhadap struktur sungai dan risiko lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sb menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait yang seharusnya mengawal kualitas pekerjaan dari awal hingga akhir.

“Jika pengawasan dilakukan dengan ketat dan profesional, hasil pekerjaan tentu tidak seperti ini. Ini menunjukkan kegagalan dalam perencanaan sekaligus lemahnya kontrol,” kritiknya.
LSM MANTRA mengaku tidak akan tinggal diam. Sb menyatakan pihaknya akan segera melayangkan laporan resmi kepada Inspektorat Kabupaten Madiun untuk menindaklanjuti persoalan ini.
“Kami minta Inspektorat bertindak tegas. Jangan main-main menyikapi kasus seperti ini. Anggaran Dana Desa adalah uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” tandasnya.
Jembatan yang seharusnya menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Wonoasri kini justru menjadi simbol kegagalan pelaksanaan proyek desa. Warga pun berharap ada tindakan konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pewarta ; Puryadi



