Morotai, SuaraRakyat62.com — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memastikan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) berjalan sesuai target dan akan tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2025. Proyek senilai Rp15.345.514.000 tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD tahun 2025, berdasarkan kontrak 150 hari kerja bersama PT Wahana Dimensi Indonesia.

Kepala Bappeda Pemda Morotai, Ahdad Hi. Hasan, mengatakan pihaknya terus melakukan percepatan dengan pengawasan ketat dari berbagai instansi terkait.
“Saat ini pekerjaan terus berlangsung. Kami intens berkoordinasi dengan Pengguna Anggaran, PPK, dan penyedia jasa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah tenaga kerja dan menerapkan sistem kerja malam, sehingga pembangunan bisa berjalan 24 jam,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Mulai Senin 3 November 2025, tercatat akan ada tambahan 10 tenaga kerja khusus shift malam untuk mempercepat progres. Ahdad juga memastikan pengecoran lantai dua akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan peralatan utama seperti mixer yang telah dipesan dari Sofifi dan segera dikirim ke Morotai.
“Penyedia memastikan sebelum tutup buku anggaran 2025, proyek ini selesai 100 persen,” tegasnya.
Tidak hanya menekankan target waktu, Pemda menyebut kualitas menjadi standar utama.
“Kami tidak ingin bangunan terkesan dikejar waktu tapi mengorbankan mutu. Mutu beton dan struktur melalui proses uji dan pengawasan,” jelas Ahdad.
Menurutnya, keterlambatan kecil yang sempat terjadi dipicu faktor cuaca dan proses uji kualitas beton, namun seluruh mekanisme administrasi dan teknis tetap berjalan sesuai prosedur.
“Jika terjadi keterlambatan di luar kendali, akan kami evaluasi melalui mekanisme kontrak termasuk kemungkinan addendum. Semua harus mengedepankan akuntabilitas dan kualitas pekerjaan,” pungkasnya.

Salah satu warga sekitar proyek, yang enggan menyebutkan namanya, menyambut baik pengerjaan Labkesmas tersebut. Ia berharap keberadaan laboratorium kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Morotai.
“Selama ini masyarakat kadang harus menunggu lama untuk pemeriksaan kesehatan. Kalau lab ini benar-benar selesai dan kualitasnya bagus, tentu sangat membantu. Kami hanya berharap jangan asal jadi. Bangunannya harus kuat dan fasilitasnya lengkap,” ujarnya.
Warga lain juga berharap Pemda terus melakukan pengawasan agar tidak ada pekerjaan yang terkesan buru-buru menjelang akhir anggaran.
“Kami senang kalau cepat selesai, tetapi kualitas harus utama. Jangan nanti baru beberapa bulan sudah rusak,” imbuhnya.
Dengan komitmen percepatan dan pengawasan ketat, proyek pembangunan Labkesmas Morotai diharapkan menjadi fasilitas kesehatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Selain menjadi langkah peningkatan layanan kesehatan daerah, keberadaan laboratorium ini juga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memaksimalkan penggunaan anggaran.
Pewarta; Irjan_Nyong




