Surabaya, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengamanan di sejumlah titik perbatasan kota selama periode libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi Kota Pahlawan tetap aman dan kondusif di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun kunjungan ke Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengawasan di wilayah perbatasan akan diperkuat sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, titik-titik perbatasan menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas keamanan kota selama masa libur panjang.
“Perbatasan pasti seperti yang dulu-dulu. Jadi memang ada fokus kita di perbatasan-perbatasan,” ujar Eri, Senin (16/3/2026).
Meski pengamanan diperketat, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa tidak ada pembatasan bagi masyarakat yang ingin masuk ke Surabaya. Pemerintah kota hanya memastikan bahwa koordinasi antara petugas di perbatasan dan aparat keamanan di dalam kota berjalan dengan baik.
“Kita tidak membatasi orang masuk Surabaya. Yang penting terhubung dengan petugas di dalam kota agar suasana tetap nyaman dan tenang,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menggelar apel pengamanan libur Lebaran 2026 di halaman Balai Kota Surabaya. Apel tersebut diikuti oleh jajaran TNI, Polri, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk kesiapan bersama dalam menjaga keamanan kota selama masa libur.
Dalam kesempatan tersebut, Eri menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat keamanan yang tetap menjalankan tugas di tengah masyarakat yang sedang menikmati libur Lebaran bersama keluarga.
Selain pengamanan di wilayah perbatasan dan jalur-jalur utama kota, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengawasan di kawasan permukiman. Hal ini dilakukan mengingat banyak warga Surabaya yang meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halaman.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, pemerintah kota akan menyiapkan pos pengamanan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga Rukun Warga (RW). Selain itu, masyarakat juga didorong untuk kembali mengaktifkan ronda malam atau pos keamanan lingkungan (poskamling) sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan secara bersama.
“Setiap RW diharapkan memiliki titik penjagaan masing-masing untuk membantu pengawasan lingkungan,” ujar Eri.
Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar melapor kepada pengurus RW setempat sehingga rumah yang ditinggalkan dapat tetap terpantau oleh aparat maupun warga sekitar.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama masa libur Lebaran.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pemkot Surabaya berharap suasana kota tetap aman, nyaman, dan kondusif. Warga pun diharapkan dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran dengan tenang, sementara lingkungan tempat tinggal tetap terjaga keamanannya.
(Ani)




