Kota Batu, SuaraRakyat62.com — Menyambut datangnya musim penghujan dan potensi bencana hidrometeorologi, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si mengikuti Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa (11/11/2025). Apel ini menjadi langkah awal memastikan seluruh unsur pemerintahan, TNI-Polri, dan lembaga kebencanaan siap bergerak cepat saat bencana terjadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polres Batu Siagakan Pamapta, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Batu, Nurochman, dan diikuti ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga seluruh OPD.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana memerlukan sinergi lintas sektor. Berdasarkan data BMKG, sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncak pada November 2025 hingga Januari 2026. Sementara fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026 meningkatkan risiko hujan ekstrem, banjir, dan longsor.

“Apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen bersama untuk siap siaga menghadapi bencana. Seluruh unsur harus berkolaborasi agar penanganan bencana di Kota Batu berjalan efektif dan terpadu,” tegas Nurochman.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha menjelaskan bahwa Polres Batu telah menyiagakan personel melalui Pamapta sebagai garda terdepan penanganan kedaruratan.

“Pamapta telah resmi dibentuk sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Kapolri Nomor 1438/IX/2025. Struktur pelayanan kepolisian kini lebih adaptif dan efektif, termasuk dalam penanganan bencana alam,” ujarnya.

Pamapta memiliki lima fungsi utama, yakni:

  1. Pelayanan kepolisian terpadu,
  2. Koordinasi dan pengendalian bantuan serta pertolongan,
  3. Pelayanan masyarakat melalui berbagai media komunikasi,
  4. Pelayanan informasi kepada masyarakat dan
  5. Penyiapan registrasi dan pelaporan kegiatan

AKBP Andi menambahkan, Polres Batu juga menyiagakan Tim Inafis, Urkes, dan Samapta untuk diterjunkan kapan pun saat terjadi bencana longsor, banjir, ataupun situasi kedaruratan lain.

“Kami juga melakukan koordinasi lintas sektor dengan Dinkes, BPBD, Kodim, Tagana, BMKG, komunitas lingkungan, dan para relawan untuk deteksi dini potensi bencana,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat segera melapor melalui nomor bebas pulsa 110 jika melihat tanda-tanda potensi bencana agar dapat ditindaklanjuti cepat oleh Pamapta.

“Kami berharap Pamapta menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman, keteraturan, dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

 

(Mak Ila/Humas Polresta Batu)