ROHUL, SUARARAKYAT62 – Suasana mencekam menyelimuti Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mahato Inti Sawit (MIS) yang berlokasi di Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (5/1/2026).

PMKS tersebut tampak dikerumuni dua serikat pekerja (PUK) berbeda bendera, dengan pengamanan ketat dari aparat Polres Rokan Hulu bersenjata lengkap anti huru hara.
Dua Pengurus Unit Kerja (PUK) yang berada di lokasi yakni PUK F.SPPP dan PUK F.SPTI, terlihat standby di area perusahaan sejak pagi hari. Kehadiran kedua serikat secara bersamaan memicu perhatian publik dan menimbulkan tanda tanya besar: ada konflik apa di baliknya?
Pantauan langsung awak media Suararakyat62.com di lapangan menunjukkan suasana penuh kewaspadaan. Kedua PUK tampak mengenakan seragam berbeda dengan atribut dan Satgas masing-masing, berdiri berhadapan namun tetap dalam pengawasan ketat aparat keamanan.
Sejumlah sumber menyebutkan, situasi ini dipicu oleh keputusan manajemen PT MIS yang tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan PUK F.SPPP yang selama ini dipimpin Gudmen M. Panjaitan, dan memilih beralih ke PUK F.SPTI di bawah kepemimpinan H. Sari.
Keputusan tersebut diduga menimbulkan kekecewaan dan gejolak di kalangan buruh, sehingga aparat kepolisian mengambil langkah antisipatif. Sebanyak 170 personel Polres Rokan Hulu diterjunkan ke lokasi untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya benturan antar massa.
Meski atmosfer di sekitar pabrik terasa tegang, hingga berita ini diturunkan belum terjadi konflik fisik. Kedua pihak masih bertahan di area masing-masing dan situasi relatif kondusif berkat pengamanan ketat kepolisian hingga pada akhirnya membubarkan diri dengan teratur.
Namun demikian, ketidakjelasan komunikasi dan transparansi kebijakan perusahaan dinilai menjadi bara dalam sekam yang berpotensi tuai gejolak jika solusi tidak dijadikan sandaran utama.
Publik kini menanti penjelasan resmi dari manajemen PT MIS terkait alasan pengalihan kerja sama tersebut, agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang merugikan pekerja dan iklim investasi di Rokan Hulu.
Suararakyat62.com akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan, meski Humas PT.MIS Sada Ari Sembiring belum menjawab upaya Komfirmasi Wartawan Media ini.
(Esra)




