Sidoarjo, SuaraRakyat62.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, mendorong pemerintah memperkuat program pemberdayaan pemuda melalui pelatihan keterampilan dan pemasaran digital yang berkelanjutan. Menurutnya, program pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu melahirkan wirausaha baru yang mandiri dan memiliki daya saing.

Hal itu disampaikan Hari saat menggelar reses di Balai Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tengah warga.
Hari mengatakan, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses masih didominasi persoalan pembangunan infrastruktur. Namun, di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan perhatian serius terhadap program pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pemuda dan pelaku usaha mikro.
“Mayoritas aspirasi masyarakat memang masih berkaitan dengan infrastruktur. Namun, banyak juga yang mengusulkan program pemberdayaan, baik untuk pemuda maupun ibu-ibu. Mereka membutuhkan pelatihan digital marketing dan pelatihan keterampilan agar bisa meningkatkan pendapatan,” ujar Hari Yulianto.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo itu menilai, pelatihan keterampilan seperti pembuatan aneka kue dan berbagai produk rumahan masih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, pelatihan tersebut perlu dirancang secara lebih terarah agar dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
Menurutnya, peserta pelatihan tidak cukup hanya dibekali keterampilan produksi. Mereka juga perlu mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha, pengemasan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Jangan sampai masyarakat hanya dilatih membuat produk, tetapi setelah itu tidak tahu bagaimana memasarkannya. Keterampilan dan pemasaran digital harus berjalan beriringan agar masyarakat benar-benar mampu meningkatkan pendapatan,” tegasnya.
Hari menambahkan, perkembangan ekonomi berbasis teknologi membuat kemampuan memanfaatkan pemasaran digital menjadi semakin penting. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan program pemberdayaan masyarakat disusun secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia juga menilai keberadaan UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian daerah harus diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, terutama dari kalangan generasi muda. Dengan dukungan keterampilan, akses pemasaran, dan pendampingan yang memadai, pelaku usaha lokal dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Seluruh aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan reses tersebut, kata Hari, akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Jawa Timur. Ia berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat dikawal hingga menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kami akan membangun kolaborasi dengan anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan dari Sidoarjo serta seluruh kader partai agar program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa dikawal dan direalisasikan bersama,” pungkas Hari.
Hari menegaskan, keberhasilan pemberdayaan masyarakat membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan tidak hanya menghasilkan kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar mampu membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lebih banyak wirausaha mandiri di Sidoarjo.
(Alvian)




