Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang menggandeng PT Concentrix Industri Indonesia dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek ini dinilai sebagai terobosan besar dalam penanganan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Trenggalek Gandeng Investor, Sampah Disulap Jadi Listrik

“Trenggalek punya visi net zero carbon. PLTSa ini sejalan dengan tujuan tersebut dan menjadi solusi nyata pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Doding, Selasa (17/6/2025).

Ia menambahkan, persoalan sampah memang telah menjadi perhatian serius Pemkab dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu langkah nyata yang pernah dilakukan adalah pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Srabah pada 2017, dengan anggaran sebesar Rp 9,4 miliar.

Doding menilai pembangunan PLTSa juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat lokal. Meski pengoperasian teknologi canggih ini membutuhkan keahlian khusus, ia mendorong agar sebanyak mungkin warga Trenggalek dilibatkan.

“Jika tenaga kerja lokal mampu, maka mereka harus diutamakan. Ini juga bisa jadi ajang transfer teknologi bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain aspek lingkungan dan ketenagakerjaan, proyek PLTSa dinilai menguntungkan secara ekonomi bagi daerah. Pemerintah akan memperoleh pendapatan dari sewa lahan di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, sebesar Rp 1,25 miliar untuk setiap 10 tahun dalam kontrak selama 30 tahun.

Tak hanya itu, Pemkab juga akan mendapatkan golden share sebesar 5 persen dari nilai investasi setelah lima tahun masa operasional. Di akhir masa kontrak, seluruh aset akan diserahkan kepada pemerintah daerah.

Doding menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek ini, mengingat masih adanya kendala operasional pengelolaan sampah, terutama terkait minimnya armada pengangkut di unit TPS 3R.

“Ini bukan hanya soal investasi atau lingkungan, tapi menyangkut masa depan Trenggalek. Setelah 30 tahun, aset ini akan menjadi milik kita, dan teknologi pengelolaan sampah modern bisa langsung kita jalankan,”tutupnya.

 

Pewarta ; Yoyok